Showing posts with label Hikmah Jumat. Show all posts
Showing posts with label Hikmah Jumat. Show all posts

Saturday, 29 April 2017

Ketakutan! Halal dibunuh bahkan Wajib, China Oleng, Nathan Meminta Maaf, setelah Menjadi Buruan untuk dipenggal dan Bunuh ditempat!

[Laskarsyahadat]  jadi DPO,  China Oleng Minta Maaf!

Kelakuan warga keturunan semakin menggila dan menggeliat di Bumi Nusantara.  Kesempatan untuk bisa hidup rukun dan damai menjadi preseden buruk, setelah langkah goblok para kaum etnis yang mencari makan di Bumi Nusantara.

Kesombongan dan kedunguan kelas Kakap menjadi ciri warga keturunan. Perilaku biadab dipertontonkan hanya untuk menggertak warga pribumi.  Keturunan dan etnis mulai berani unjuk jidat dan pamer congor. Sampah dan kotoran menjadi celooteh penghinaan Untuk warga pribumi, khususnya umat Islam.

Kutil babi,  bani serbet seperti Ahok dan kroco - kroconya mulai berulah.  Isu agama menjadi gorengan hangat untuk melibas lawan politik jika diolah dengan tepat,   namun tampak ceroboh para kaum minoritas dalam mengungkap,  sehingga menjadi blunder yang merugikan.

Polisi seperti M. Iriawan dan Tito Karnavian tidak akan mampu menangkap Iwan Bopeng,  apalagi menangkap Nathan P. Suwanto.  Ada apa dengan Nathan? Berikut status Nathan.


"jika kamu tahu alamat sniper, untuk membunuh Fahira Idris, Fadli Zon, Fahri Hamzah Rizieq Syihab, Buni Yani dan kawan,  Hubungi saya"

Itulah status Nathan yang akan melakukan upaya pembunuhan terhadap ulama dan politikus yang gencar kritik rezim Jokowi. Siapa Nathan? Berikut foto Nathan bersama Si PeA(Penista Agama).  Ternyata Nathan adalah tim Buzzer Kafir.

Status untuk mendapatkan informasi tentang sniper,  malah mendapat cacian,  bahkan menjadi orang nomor satu yang akan dipenggal kepalanya oleh umat Islam.

Mengetahui statusnya viral,  Nathan melakukan permintaan maaf.  Turut mengikuti langkah Kutil babi ,  Ahok.

Berikut permohonan maaf Nathan..


Baca selengkapnya

Friday, 28 April 2017

[Laskarsyahadat] KEKALAHAN ITU PAHIT, JENDRAL..
WAJAR JIKA BUTUH WAKTU LAMA UNTUK MENERIMANYA.
19 April 2017.

Sejak pagi ruang konperensi pers di Hotel Pullman, jalan Thamrin Jakarta, sudah usai berdandan. Ballroom yang menjadi Posko Pemenangan itu sudah dipesan hari sebelumnya.
Panggung dihias dengan kalimat KEMENANGAN.

Gambar bendera 6 partai pendukung Paslon nomor 2 berjejer rapi di bagian bawah spanduk yg lebar.
Lambang2 partai itu mengusung sebuah Tulisan warna hitam di atasnya: '#Ba2ukiDjarotMenang'. Sebuah perpaduan huruf dan angka warna hitam nan kontras yg tercetak di atas sebentang besar kain putih.

Tulisan itu dimaksudkan untuk menjadi Hashtag Kemenangan. Karena beberapa jam ke depan, bisa dipastikan hashtag #Ba2ukiDjarotMenang akan memuncaki Trending Topic Dunia di medsos.



Di atas 2 meja panjang bagian depan, telah digelar Taplak bermotif Kotak-Kotak berlipit indah. Disisinya berjejer rapi kursi-kursi yg akan diduduki Paslon Pemenang dan Para Ketua Partai Pengusung.
Motif taplak itu persis sama dng motif baju kotak-kotak, yg selama ini diyakini begitu lekat membawa Aura Kemenangan.
Di sudut-sudut ruang, Sound System telah siap membahanakan Pekik Kemenangan.

Semua membayangkan, Rumah Lembang yg kerap penuh dengan gelak tawa itu, tak akan ada apa2 nya dibandingkan dng suasana riuh gembira siang nanti.
Bagai halaman Rumah Pegangsaan yg legendaris itu, Ruang tempat akan diproklamasikannya Kemenangan Ahok-Djarot inipun, akan menjadi Saksi Sejarah sebuah Kemenangan Pilkada yg sangat mengharu-biru.

Sebuah Pertarungan yg menghabiskan tenaga, suara, sembako, sapi, dan kursi roda.

Betapa sebuah Kemenangan Pilkada rasa Pilpres telah di ambang mata.
Siang itu, di ruang itu, sebuah skenario yg rapi, rekaman pemandangan yg indah, dan rencana perayaan meriah, telah selesai dipersiapkan.
Tak jauh dari Hotel megah itu, hanya berjarak sepelemparan pandang, Bundaran Hotel Indonesia pun akan disesaki pemandangan kotak-kotak merah hitam.

Relawan yg diwawancarai stasiun televisi menyebutkan, ribuan manusia dari berbagai penjuru telah bersiap datang ke tempat itu. Transportasi dipesan. Atribut2 sudah di tangan. Spanduk siap untuk dibentangkan.
Ia mematangkan rencana untuk mengambil alih lebih dulu lokasi itu, sebelum dikuasai oleh kubu lawan.
Rencana pihak lawan bahwa mereka akan menuju Monas dan memilih menyesaki shalat Maghrib berjamaah di Masjid Istiqlal jika jagoannya menang, rupanya tak terendus oleh mereka.

Memang Bundaran HI selama ini adalah kawasan demonstrasi yg strategis. Gambar2 yg direkam di sekeliling air mancur dan patung Selamat Datang yg tegas menjulang itu, selalu menakjubkan.
Apalagi ini Pilkada Jakarta. Rekaman Perayaan Kemenangannya akan terumbar hingga ke mancanegara.
Memenangi Bundaran HI berarti melengkapi Simbol2 Kejayaan.
Tak hanya di tengah kota Jakarta.
Di pulau-pulau yg bertebaran di Teluk Jakarta pun, Pesta Besar Kemenangan telah disiapkan.

Dua puluh tiga sapi besar nan sehat siap mengenyangkan perut-perut manusia di seberang lautan.
Kapal yg disewa khusus untuk mengangkut hewan2 bernilai ratusan juta di hari tenang itu, telah berangkat lebih dahulu.

Sapi2 itu melaju di atas keruhnya lumpur reklamasi dan kapal2 nelayan, tanpa menunggu lebih dulu datangnya hari pencoblosan, maupun menanti selesainya penghitungan suara.
Toh pekik Juara sudah di sudut bibir, harumnya aroma Angka hitung cepat telah tercium, dan gempita Kemenangan sudah di pelupuk mata.
Akhirnya, sampailah semua di hari Rabu yang pongah.
Detik demi detik terlalui. Menit demi menit terlampaui, dan jam pun terlewati.

Dan begitulaah...
Cerita berakhir jauh dari harapan.
Mata-mata nanar menatap layar kaca. Hati remuk redam dilanda kegundahan.
Gelap dan kelam.
Kenyataan itu datang bersama sore.
Galau, gulana, dan rasa terhempas mewarnai senja.
Gulita bergayut merata di Pullman, di pancuran HI, di pulau-pulau, di sudut-sudut kota, dan di pelosok-pelosok hati.
Timses ahli merencanakan.
Rakyat cerdas memutuskan.

Dan Tuhan Yang Maha Menentukan.
Hari ini,
terhitung hari hisab di bawah langit Jakarta itu sudah beberapa hari berlalu. Tapi mendung masih menggelayut di sebagian hati warga Jakarta.
Tanpa disadari, kadang proses Pilkada menjadi cerminan watak dan nafsu tentang bagaimana kekuasaan kelak akan dijalankan. Cara kampanye yg brutal dan politik uang menjadi barometer keserakahan.
Sebagian yg bijaksana mengatakan, manusia hanya memanen apa yg dia tanam. Dan setiap dari kita akan Dipaksa mengunduh apapun hasil dari perbuatan.

Memang betul. Merencanakan sebuah Pesta KEMENANGAN itu lebih mudah. Bahkan seolah jadi Keharusan. PADAHAL KEKALAHAN LAH YANG HARUSNYA LEBIH DIPERSIAPKAN.
*Mupon... mupon!
Seringkali nasehat itu seolah hanya berlaku untuk orang lain.
Tak terbayangkan sebelumnya jika kata-kata yg mudah meluncur dari bibir kotak-kotak itu, bahkan tidak pernah pergi kemana-mana. Karena nasehat itu ternyata diperlukan untuk mengobati perih di diri mereka sendiri.

Jadii..
Tak perlu lagi kita sarankan Mupon. Toh kata berbalut canda itu tengah mereka nikmati. Lebih baik kita semua berdoa untuk keselamatan negeri.
Seperti kalimat pepatah-petitih nan bijak, "Pain comes with time.. but Time will heal the pain."
Semoga sang Waktu akan menyembuhkan luka-luka itu.
Semoga rangkaian kalimat di papan-papan itu bisa memulihkan lara yang terlanjut merobek jiwa.

Semoga Ribuan Bunga-Bunga dapat mendamaikan hati yang terlanjur menganga.
TIME WILL DO THE MUPON.
PERCAYALAH...
Baca selengkapnya

M. Iriawan tidak terima Pasukan Pengawalnya dipulangkan! Penyidik Novel ingin Katakan "cukup AllahTa’ala sebagai Pengawal dan pelindung utamanya" !

[Laskarsyahadat] Novel Pulangkan Pengawal dari Polisi, Kapolda Marah-marah

Novel dengan nada santun menyebut istilah paranoid yang dikatakan M. Iriawan, Kapolda Metro Jaya sebagai alasan sampingan. Ada yang lebih fundamental bahwa penyidik Novel secara tidak langsung ingin menyampaikan kepada pihak aparat kepolisian khususnya M. Iriawan bahwa Pelindung setianya ada AllahTa’ala.

M. Iriawan yang menjabat kapolda masih berpikir dunia, level  dunia dn segala urusan dunia ya harus dunia. Berbeda dengan Novel Baswedan yang sudah berpikir langit,  segala urusan dikembalikan kepada AllahTa’ala,  manusia enggak boleh mencari perlindungan kepada selain AllahTa’ala,  itu urusan fundamental yang M. Iriawan tidak miliki.


Berikut kemarahan konyol M. Iriawan selaku Kapolda dari laman  Repelita Online - April 27, 201710607  

 Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan (Ismail Pohan/Indopos/JawaPos.com) Novel Baswedan, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjadi korban penyiraman air keras masih menjalani perawatan di Singapura. Ternyata saat dalam proses perawatan dan pemulihan, mantan perwira polisi itu memulangkan pengawal yang melekat pada dirinya.

  “Saat itu saya tanyakan kepada yang bersangkutan (Novel) mengakui tidak dalam pengawalan. Padahal kita sudah berikan pengawalan kepada saudara Novel dan kami tanyakan itu. Ternyata pengawalnya disuruh pulang,” terang Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan di Polda Metro Jaya, Rabu (26/4).

 Menurut dia, alasan Novel memulangkan pengawal dari Polda Metro Jaya itu karena merasa tak enak. “Alasannya ini enggak enak lah, seperti paranoid saja. Tapi saya bilang, kenapa? Kita sudah sampaikan (Novel) sedang menangani berbagai kasus besar sehingga sangat wajar lah kalau dikawal,” bebernya.  “Bahkan waktu pertama kali telepon saya marah itu, kenapa saya sudah atensi untuk dikawal, tidak mau dikawal. Kemudian saya ke rumah sakit dia berkata demikian,” sambung mantan Kadiv Propam ini.

 Iriawan lantas menerangkan, seharusnya Novel tak usah merasa paranoid dengan pengawalan kepolisian itu. “Karena anda (Novel) sedang tangani kasus besar. Sehingga analisa kita ya itu akan ada ke sana (penyiraman), kalau mungkin dijaga tempo hari tentu akan bisa diantisipasi bahkan mungkin bisa melihat. Karena anggota yang menjaga Novel bersenjata,” tukas dia. (elf/JPG)
Baca selengkapnya

Dilaporkan karena 9 naga, jawaban Habib Membuat Polisi terkapar 'Kayak cacing kepanansan'

[Laskarsyahadat]BREAKING NEWS: Pemanggilan HRS ke Ktr Polisi (gara" ada cebong yg ngelaporin)

IB(Imam Besar) gara" dalam ceramah'nya menyebut Umat Islam hrs menjadikan 9 naga menjadi 9 cacing, lalu ada yg ngelaporin ke polisi dan polisi pun mlakukan pemanggilan kpd IB atas dasar laporan orang tersebut lalu IB pun sebagai warga negara yang ta'at dgn Hukum beliau datang ke kantor Polisi lalu : Polisi mengatakan bahwa sodara HRS apakah betul anda menghina 9 naga dlm ceramah nya di bangil pasuruan


IB menjawab : iya memang betul lalu apa masalah nya?

Pol:iya anda telah di laporkan sama orang atas penghinaan itu
IB: yang melaporkan orang atau naga? Yang saya sebut dlm ceramah saya adalah naga bukan orang lalu kenapa yg nglaporin kok orang bukan naga?

Pol:kebingungan sambil mnjawab iya yah kan yang Habib katakan kan naga bukan orang.
Baca selengkapnya

REZIM JOKOWI PANIK! MENAG Lukman Hakim keluarkan Seruan Berceramah, Rezim Panik!

[Laskarsyahadat] MENTERI AGAMA KELUARKAN SERUAN MENGENAI KETENTUAN CERAMAH

Kementerian Agama mengeluarkan seruan mengenai ketentuan ceramah agama di rumah-rumah ibadah seluruh Indonesia.
Seruan yang dibacakan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Jumat (28/4/2017) berisi 9 poin, yaitu:

1. Disampaikan oleh penceramah yang memiliki pemahaman dan komitmen pada tujuan utama diturunkannya agama, yakni melindungi martabat kemanusiaan serta menjaga kelangsungan hidup dan perdamaian umat manusia.



2. Disampaikan berdasarkan pengetahuan keagamaan yang memadai dan bersumber dari ajaran pokok agama.

3. Disampaikan dalam kalimat yang baik dan santun dalam ukuran kepatutan dan kepantasan, terbebas dari umpatan, makian, maupun ujaran kebencian yang dilarang oleh agama manapun.

4. Bernuansa mendidik dan berisi materi pencerahan yang meliputi pencerahan spriritual, intelektual, emosional dan multikultural. Materi diutamakan berupa nasehat, motivasi dan pengetahuan yang mengarah kepada kebaikan, peningkatan kualitas ibadah, pelestarian lingkungan, persatuan bangsa serta kesejahteraan dan keadilan sosial.

5. Materi yang disampaikan tidak bertentangan dengan empat konsensus bangsa Indonesia, yaitu; Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.

6. Materi yang disampaikan tidak mempertentangkan unsur SARA (suku, agama, ras, antargolongan) yang dapat menimbulkan konflik, mengganggu kerukunan ataupun merusak ikatan bangsa.

7. Materi yang disampaikan tidak bermuatan penghinaan, penodaan dan atau pelecehan terhadap pandangan, keyakinan dan praktik ibadah antar atau dalam umat beragama, serta tidak mengandung provokasi untuk melakukan tindakan diskriminatif, intimidatif, anarkis dan destruktif.

8. Materi yang disampaikan tidak bermuatan kampanye politik praktis dan atau promosi bisnis.

9. Tunduk pada ketentuan hukum yang berlaku terkait dengan penyiaran keagamaan dan penggunaan rumah ibadah.

Menteri agama mengatakan, seruan ini dibuat dalam rangka menjaga rasa persatuan dan meningkatkan produktivitas bangsa, merawat kerukunan antar-umat beragama, dan memelihara kesucian rumah ibadah.

"Kehidupan masyarakat harus stabil, damai harus terwujud dan kerukunan umat beragama adalah persyaratan keberlangsungan hidup bersama dan keberlangsungan pembangunan menuju Indonesia yangs sejahtera dan bermartabat. Dalam pemenuhan prasyarat yang dimaksud, penceramah agama dan rumah ibadah memegang peranan sangat penting," ujar Menteri Agama
Baca selengkapnya

Astagfirullah! tak mampu Jebloskan Habib Rizieq Syihab ke penjara, akhirnya kirim Sniper?

[Laskarsyahadat] usaha menjebloskan Habib Rizieq Syihab ke Penjara Gagal,  Upaya pembunuhan dilakukan.

Rezim yang takut ulama akan melakukan segala upaya untuk membungkam keadilan dan kebenaran yang harus ditegakkan. Rakyat Indonesia berkumpul dan bersatu dalam naungan dan arahan Imam Besar umat Islam,  Habibana M. Rizieq Syihab dan para ulama yang hanif dengan tetap memegang teguh Ukhuwah.

Gelora persatuan dan perjuangan terus dikumandangkan,  menjaga perdamaian masih tetap dijaga dan dengan terus mendorong rezim berlaku benar dan lurus. Penyimpangan yang dilakukan rezim menjadi sorotan utama rakyat atas kegagalan rezim dan pengkhianatan rezim terhadap mandat rakyat. Maka tak heran jika rezim Joko Widodo terus mendapat aksi demonstrasi yang membuat panik rezim.


Situasi Rezim yang tampak oleh rakyat sebagai rezim PKI sudah mulai dijalankan,  hal itu tampak dengan terus mengarahkan moncong senjata ke ulama sebagai penggerak umat.  Sasaran utama rezim saat ini adalah Habib Rizieq Syihab, dalam laman JawaPos.com - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dan keluarganya menerima teror yang cukup hebat. Dimana, kediaman pria yang kini tengah diincar pihak kepolisian itu ditembak dari jarak jauh oleh orang tak dikenal (sniper).

Hal tersebut diungkapkan Ketua Presidium 212 Ustaz Ansufri ID Sambo saat mendatangi kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (28/4). Akibat peristiwa tersebut, Habib Rizieq pun memutuskan memboyong keluargaanya ke luar negeri.

"Habib Rizieq tinggalkan tanah air, gara-gara ditembak sniper. Kalau nggak salah (penembakan), Selasa (25/4). Untungnya meleset, kena pendopo," ungkap Sambo sebagimana dilansir dari pojoksulsel.com (Jawa Pos Group).


Baca selengkapnya

Thursday, 27 April 2017

FKUSU protes,Pengusaha Taiwan pun protes!! Karangan Bunga Ahok sembarangan Catut Nama!

[Laskarsyahadat] Yth Para Alumni FKUSU dimanapun berada, Saya mendapat kiriman foto ini yang Katanya diambil di BALAI Kota DKI mengatasnamakan IPK FKUSU.

Dengan ini saya nyatakan FKUSU tidak mengenal organisasi tsb. FKUSU tidak tertarik untuk terlibat politik praktis dan tidak pernah mengirim bunga ucapan Selamat seperti terlihat pada foto tsb. Demikian penjelasan saya agar Para alumni dapat Informasi yang jelas. Salam Alumni. Dr.dr.Aldy S.Rambe, SpS(K). Dekan FKUSU

Selain dari FKUSU,  dari pengusaha Taiwan pun melakukan protes karena namanya di catut.. Berikut Konfirmasi oleh saudari Maf Marfuah. ....
Saya bagian dari APIT .
APIT bukan dari singkatan ASOSIASI PENGUSAHA INDONESIA TAIWAN. Yang benar adalah ASOSIASI PEKERJA INDONESIA TAIWAN .....Saya bnyk d konfirmasi olh teman-teman tentang kiriman bunga ini...Helooo. ...Kami APIT TIDAK PERNAH MENGIRIM BUNGA UNTUK AHOK DJAROT. ..please jangan mengada-ada....

Kalopun di taiwan ada komunitas organisasi pengusaha. Iyya memang ada tapi namanya bukan APIT. Saya juga tinggal di Taiwan juga kelless jadi saya tahu...Dan Nama organisasi nya itu" Bussines Entrepreneurs Orang Indonesia di Taiwan (BEOIT) ",sy tahu di sini para pengusaha org indo pada berkomunitas di sini tp ndak ada yg namanya APIT. karena gue bagian dari anggota entrepreneurs muda Orang indo di taiwan yg selalu ikut serta workshop the program jd gue tahu banyak organisasi or community di sini......




Bantu share biar Yg buat ni bunga jgn asal buat
Baca selengkapnya

Ahok Bangsat! Siswa Pentas Pakai Kerudung, Kadis Di Caci Maki!

[Laskarsyahadat] Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kecewa dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) DKI Jakarta Dien Emmawati.

Kekecewaan itu soal penampilan anak-anak perempuan dari RPTRA Cililitan yang tampil pada acara Rapat Koordinasi Daerah DPPAPP DKI Jakarta, mengenakan kerudung saat menyanyikan lagu 'Ibu Kita Kartini'.


"Terus terang Bu Dien, saya kecewa anak-anak diseragamkan seperti itu. Bukan kecewa karena kerudungnya, jangan salah paham di luar nih," ucap Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (27/4/2017).

Ahok tidak ingin anak-anak memiliki presepsi yang salah dengan penggunaan kerudung. Ia menegaskan kerudung bukan seragam sekolah atau kostum yang wajib digunakan untuk pementasan.

"Kerudung bukan seragam, jadi kalau Anda menyeragamkan itu menghina, menista, menodai menurunkan yang mulia ke bawah, nah ini mesti jelas posisinya," ujar Ahok.

Menurut Ahok, kostum yang tepat untuk menyanyikan lagu ibu kita kartini, anak-anak mengenakan sanggul atau tanpa kerudung. Namun, apabila anak tersebut memang sudah terbiasa mengenakan kerudung, Ahok tidak ingin kerudungannya dilepas saat pementasan.

"Saya tadi lihat, anak-anak nyanyi ibu kita kartini kok nggak pakai sanggul, waktu saya kecil, waktu SD, SMP nyanyi Ibu Kartini itu semua sibuk sanggul anak-anak (perempuan) itu. Betul toh?," kata dia.

Selain itu, Ahok juga tidak ingin ada pihak sekolah yang memaksa siswinya harus berjilbab. Ia khawatir jika kerudung diwajibkan di sekolah-sekolah, anak-anak menganggapnya hanya sebuah simbol.

"Ibu Dien tolong, saya tidak mau anak-anak mengenal kerudung sebagai seragam atau kostum untuk pementasan, nggak boleh," katanya.

"Jadi kalau anak itu tidak mau pakai sanggul, maunya pakai kerudung ya silakan, tapi jangan anak nggak pakai kerudung anda paksa pakai kerudung biar kelihatan bagus. Ini Indonesia kok ada yang kerudung ada yang nggak, emang kenapa sih, ini Indonesia," lanjut Ahok.

Selanjutnya, dia tidak masalah apabila pernyataannya tersebut akan ada pihak yang mempermasalahkan. Sebab, ia mengaku sudah terbiasa dilaporkan dan sudah terlatih, mengingat sudah 21 kali menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penodaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

"Orang-orang bilang jangan ngomong agama nanti kamu dilaporin lagi, udah terlatih saya 21 kali disidang. Saya juga sudah muak juga dengan kemunafikan-kemunafikan seperti ini," kata Ahok. [sc]
Baca selengkapnya
loading...