Showing posts with label Hikmah Jumat. Show all posts
Showing posts with label Hikmah Jumat. Show all posts

Sunday, 26 March 2017

[foto] Jokowi diskoan Bareng Bos Fb, benarkah?

[Laskarsyahadat] Foto mirip Jokowi diskoan Bareng Bos Fb.

Tersebar di media sosial,  foto yang mirip dengan Jokowi sedang joget bareng bos Fb. Foto tersebut belum diketahui lokasi dan waktunya,  keterangan dari netizen menyebutkan mirip bos kambing joget bareng bos Fb.

Berikut foto tersebut

Tepat disamping sebelah kanan Bos Fb, sosok yang mirip dengan Jokowi.

Berikut komentar dari netizen

Liy :waaaahhhh.. Itu. Yang mainan kodok kemarin (mungkin temannya liy)
M. Idrus : siapa kang?  (bingung)
Nike : kayak si nganu( tidak sebut orang)
Hecrizal :  tu kan si wiiii... (wiiii serem)
Rhodrem : mirip kodok?.. (masih tanya)

Harus ada klarifikasi dari sosok yang mirip dengan J*k*w*,  karena jika benar itu adalah presiden,  maka menjadi preseden buruk bagi rakyat Indonesia,  jika Presidennya sosok yang sukanya dengan diskoan..
Baca selengkapnya

Surat Terbuka Marwan Batubara untuk si Bangsat Jokowi!

[Laskarsyahadat] SURAT TERBUKA UNTUK SI BANGSAT JOKOWI :

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara merasa resah yang membucah melihat pertikaian sosial akibat kesalahan memilih penguasa. Bahkan dia melihat adanya kesengajaan dan unsur rekayasa yang menghancurkan tatanan sosial dari bangsa yang agamis menjadi komunis.

Untuk itu dia menulis surat terbuka yang ditujukan kepada penguasa yang menduduki jabatan tertinggi di negara Indonesia.


Berikut isinya:
“Engkau yang rambut lurus belah tepi, topeng mu telah terbuka kini. Melukai kami di negeri yang kami warisi dari kakek nenek kami yang memerdekakan republik ini. Air mata ini kau buat berderai, rakyat kau buat bertikai, Islam kau cederai.
Mulanya kau terlihat soleh pergi umrah dan jadi imam jemaah. Blusukan bagai peduli rakyat yang susah. Kini kau tunjukkan kau lah sumber masalah.
Kau bela si penista agama.

Memenjarakannya kau tak berdaya. Ketika 2,3 juta umat Islam mengetuk istana, kau menghilang entah kemana.
Keadilan tak kunjung tiba, lalu ketika 7,5 juta umat berdoa dari monas melebar ke bundaran hotel Indonesia, kau tiba tiba datang tanpa diminta. Berbicara lima menit tanpa solusi apa apa, sungguh sesak melihatnya.

Lalu komunis Cina kau bangkit kan kembali meraja lela, bangsa yang besar ini kau jual ke Iran dan Cina. TNI Polri merazia Palu arit kau larang pula. TNI POLRI yang kami cintai kau adu domba dan kau patri Palu Arit di mata uang Indonesia.

Saat dunia berjuang membela Allepo Syria Kau malah abstain tak ikut serta. Kau bersekutu dengan Syiah Iran pembantai Syria. Kini cukup sudah negeri ini kau buat terjajah. Rasa mencekam nyata sudah, namun kau perlu tahu, kau bukan siapa siapa.
Ratusan juta umat telah mengetuk pintu langit

Sang Pemilik Alam Semesta yang Maha Melihat dan Maha Menyaksikan ketidakadilan ini.
Berbuat lah sesuka mu. Sesungguhnya segala sesuatu itu ada batasnya. Aku akan hadir dalam pertarungan itu Membela dua ratus juta rakyat yang kau buat pilu.”
Baca selengkapnya

Tuduhan tak mendasar! Inul 'BOR' Nyatakan Perang melawan Umat Islam Pembela Ulama!

[Laskarsyahadat] Betapa mengerikannya jika ada seorang muslim menghina ulamanya sendiri. Itulah yang dilakukan oleh komplotan para kaum Munafikun. Belum jelas bukti dan tidak ada fakta,  artis semisal Inul Daratista menuduh Ulama melakukan zinah.

Melalui akun resminya,  Inul mengupload foto bersama penista agama,  China kafir Ahok. Masyarakat tidak peduli dengan foto yang di upload namun,  ketika membaca status sebagai reaksi atas tanggapan netizen,  Inul dengan terang - terangan menuduh ulama besar umat Islam Indonesia dengan kasus video hoax dan fitnah lewat WA.


Siapa yg menghina Ulama akan hilang akheratnya. Dan menghina Ulama termasuk DOSA BESAR.
Menghina Ulama artinya dia mengumumkan PERANG kepada ALLAH.

Dari Abu Hurairah : " Sesungguhnya ALLAH Ta'ala berfirman. " Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka Aku menyatakan perang terhadapnya (H.R. Al Bukhari)
Orang yg merasa lezat dgn menggibah para Ulama maka ia akan diberi akhir hidupnya dengan Su-ul Khatimah
Baca selengkapnya

Gandeng! Istana Geger, Kambing Jokowi Hilang tapi Sepi Petani Kendeng Meninggal! Itu Istana apa Kandang Kambing?

[Laskarsyahadat] PETANI KENDENG vs PETERNAK GENDENG.

Istana geger 2 ekor kambing kesayangan Jokowi hilang. Para pengawal Istana heboh. setelah sibuk mencari, ahirnya kambingpun ditemukan.
Walaupun kambing ditemukan Ada hal yang terasa hilang sejak Jokowi bertahta di Istana yaitu KEADILAN DAN KEWARASAN.


Para petani Kendeng datang dari jauh ke Istana, ingin mengadu berharap agar pabrik semen yang merusak sumber mata pencaharian mereka dihentikan.
Aksi mengecor kakipun dilakukan depan Istana, tapi Jokowi enggan menemui mereka. mungkin karena presiden yang super sibuk.
di VLOG Jokowi sibuk menghitung kambing2nya mengucapkan selamat kelahiran pada kambing2 kesayangannya itu.
Urusan negarapun semakin kacau tak terurus kenaikan harga listrik daging cabe tdk mampu dikendalikan, pencabutan subsidi, kenaikan pajak, mobil canggih mogok, kasus penistaan agama semakin marak lucunya yg disalahkan agama.

" Padahal bukan agama yang merusak rasa kebangsaan tapi penguasalah yang melangengkan ketidak adilan penyebabnya"
1 petani Kendeng yang ikut aksipun roboh dan ahirnya meninggal, ibu Patmi namanya umur 48 tahun, setelah heboh baru kemudian mereka di undang ke Istana, akan tetapi jawaban Jokowi semakin menambah perih luka hati mereka "kalau semua urusan sama saya lalu apa gunanya Gubernur?" kata Jokowi.
Disudut dinding istana keluarga ibu Patmi hanya bisa nenangis menahan perih luka hatinya. kemudian pulang dg tangan hampa.

Kalau kambing bisa ngomong, mungkin akan berkata pada petani Kendeng
"kasian kalian para petani sdh lahannya dirusak nyawa melayang tapi masih tetap diabaikan,
enakan jadi kambing diajak selvy dan ngevlog sama Presiden Indonesia yang terkenal merakyat dan pro wong cilik slogannya".

Oleh: Negara Bakti
Baca selengkapnya

Saturday, 25 March 2017

Karena BERCADAR, Guru MTsN di BULUKUMBA dipecat! Ini Indonesia atau Israel?

[Laskarsyahadat] aneh,  guru bercadar  di MTS Mau dipecat!  Negara Indonesia atau Israel?

Kejadian memilukan dan memalukan terjadi disekolah yang berbasis Islam. Karena BERCADAR guru MTS akan di Pecat tinggal nunggu SK. HAL ITU diberitakan  dari media setempat terkait pemecatan yang dilakukan atas dasar tidak menaati perintah kepala sekolah yang meminta bu Mardiah untuk melepas cadarnya.

Tepatnya di MTsN Bulukumba. Guru bernama Mardiah Hayati tinggal menunggu SK pemecatan dari Kemenag Setempat!

Adakah larangan bercadar di indonesia?  Kepala sekolah telah melanggar HAM dan kebebasan dalam  menjalankan agama.
Kepala sekolah harus dituntut karena telah membuat konflik horizontal.
Kepala sekolah harus dituntut karena telah melanggar hak seseorang.

Baca selengkapnya

Canangkan Politik bebas dari Agama: Jokowi itu kasihan PKI, Syiah, Liberal, dan Sekuler tak Bisa berkembang!

[Laskarsyahadat] analisis Jonru! RENCANA  Jokowi canangkan Agama di Pisah dengan Politik!

Sebenernya apa Untungnya Jika Politik Dipisah dari Agama

Berikut ulasan dari @Jonru Ginting berkaitan dengan wacana pemisahan agama dengan politik oleh Joko Widodo!

Beberapa hari lalu Presiden Jokowi membuat pernyataan bahwa politik harus benar-benar dipisah dari agama. Dan dalam waktu singkat, pernyataan itu mendapat banyak sekali protes keras dari umat Islam.

Mereka bilang, "Terbuka nih sekarang kedoknya. Dulu Jokowi yang mencitrakan diri sebagai seorang Muslim taat, sekarang terbukti sekuler dan liberal."

Ada juga yang bilang, "Islam tak bisa dipisahkan dari bidang kehidupan manapun, termasuk politik. Sebab Islam adalah agama yang kaffah, menyeluruh, mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk politik."

Dan masih banyak komentar pedas lainnya dari umat Islam, yang intinya adalah sangat menyayangkan pernyataan Jokowi tersebut.

Saya hanya bisa tersenyum geli, plus geleng-geleng kepala, merasa sangat lucu.

Kalian ini, emang sejak dulu hobi banget berburuk sangka terhadap Bapak Presiden Jokowi. Kalian hobi banget menjelek-jelekkan bahkan memfitnah beliau. Emang dasar kalian rombongan gagal move on, masih sakit hati karena jagoannya kalah.

Cobalah berpikir positif. Sebab pernyataan Presiden Jokowi tersebut justru sangat baik, sangat positif, sangat bermanfaat.


Kok bisa?

Begini ya, saya jelaskan.

Jika agama dipisah dari politik, maka para politikus kita akan bebas berpolitik tanpa harus mengikuti aturan agama. Pokoknya semau-mau mereka aja.

Tapi karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, jadi bolehlah para politikus tersebut jualan agama saat kampanye.

Mereka boleh rajin ke pesantren, mendekat ke ulama, pakai baju koko, pakai peci, umroh kilat dua hari, difoto saat shalat lalu disebarluaskan ke medsos.

Bahkan para istri mereka yang aslinya tidak berjilbab pun disuruh menutup aurat rapat selama masa kampanye.

Bahkan orang kafir boleh masuk masjid atau pesantren untuk berceramah bahkan berkampanye, sebebas mungkin, semau-mau mereka.

Semua itu tentu saja bertujuan untuk menarik simpati umat Islam, agar umat Islam memilih mereka. Intinya dalam rangka jualan agama demi mendulang suara.

Sementara para tokoh Islam yang iman dan aqidahnya lurus, mereka tak boleh berpolitik. Sebab jika berpolitik, mereka pasti bawa-bawa dalil agama. Pasti pakai ayat suci. Padahal itu kan tidak boleh. Sebab agama harus benar-benar dipisah dari politik.

Bahkan jika umat Islam bicara politik di masjid atau pesantren, harus dilarang karena tak boleh bawa-bawa politik ke masjid dan pesantren.

Maka dengan demikian, pemerintahan kita akan dikuasai oleh orang-orang yang jauh dari agama, orang-orang yang tidak berpihak pada umat Islam, orang-orang yang lebih berpihak pada musuh-musuh Islam.

Dan tentu saja, kebijakan-kebijakan mereka pun pasti tidak akan berpihak pada umat Islam, bahkan mungkin akan sangat merugikan umat Islam.

Ketika ada umat Islam yang hendak terjun ke politik, itu harus dilarang. Sebab agama dan politik harus benar-benar dipisahkan. Sebab politik itu kotor, tidak cocok untuk kaum agamis.

Namun saat ada pejabat yang korupsi dan kebetulan agamanya Islam, maka rakyat boleh bebas mencela agamanya.

"Mana nih peran agama? Kok tidak bisa mencegah korupsi? Emangnya agama mengajarkan korupsi, ya?"

Silahkan salahkan agamanya sesuka kita, walau selama ini agama (khususnya Islam) sama sekali tidak diperbolehkan untuk masuk ke dunia politik.

Jadi demikianlah, Saudara-saudara Sekalian. Demikianlah untungnya jika agama benar-benar dipisah dari dunia politik. SANGAT MENGUNTUNGKAN.

Sangat menguntungkan bagi orang kafir, syiah, liberal, komunis, PKI, juga bagi kaum munafik.

Adapun bagi umat Islam, mereka hanya jadi penonton, bahkan jadi KORBAN, dan rutin jadi BAHAN JUALAN saat kampanye. Titik. Hanya sebatas itu saja perannya. Tak lebih dan tak kurang.

Jadi dari penjelasan di atas, sudah sangat jelas bahwa memisahkan agama dari politik itu sangat menguntungkan.

Jadi kenapa kalian masih berburuk sangka terhadap Presiden Jokowi? Kenapa kalian masih suka menghina, menjelek-jelekkan dan memfitnah Jokowi?

Jika umat Islam masih hobi seperti itu, kapan orang kafir, syiah, liberal, komunis, PKI, dan kaum munafik bisa maju? Kasihan dong pada mereka.

NB: Peran umat Islam dalam Kemerdekaan Indonesia tahun 1945 SANGATLAH BESAR. Ini just info saja. Siapa tahu Anda belum tahu.

Jakarta, 26 Maret 2017
JONRU
Baca selengkapnya

[foto] Astagfirullah! Inilah kelakuan aneh Ustadz Maulana ketika Berceramah!

[Laskarsyahadat] kelakuan Ustad Maulana Berlebihan!

Tersebar viral di media atas tingkah laku aneh pencerahan ustad 'Maulana'  yang terkenal seruan 'jamaah oh jamaah,  alhamdulillah'.  Foto yang belum mendapat kepastian dan klarifikasi resmi dari ustad Maulana membuat geram netizen.

Berikut foto ustad Maulana yang berceramah dengan cara bersila di atas mimbar!

Apakah foto itu benar atau editan,  menurut penulis foto itu memang benar dengan melihat posisi kabel Microfon,  dan bayangan tempat duduk. Kemudian mimbar tidak ada posisi bekas crop.

Tempat ceramah belum diketahui dan itulah tingkah aneh ustad kondang,  yang sempat memanas dengan umat islam terkait penyataannya yang menyatakan boleh memilih pemimpin non-muslim.

Apakah ada yang pernah demikian di kalangan umat islam dalam menyampaikan Dakwah nya? 

Mungkin itulah pertanyaan yang sebaiknya menjadi landasan bagi pendakwah dalam mmensyiarkan ilmu agama,  sehingga adab dan majlis ilmu terpenuhi dan keberkahan meliputi.

Bagaimana dengan ini


Menurut Pembaca bagaimana?  Layak kah,  seorang ustad berceramah seperti itu?
Baca selengkapnya

NEGERI!!! KETIKA BUMN Kereta API menjadi Penjajah Dalam Negeri! Kisah Segelas Air Panas!!

[Laskarsyahadat] Kereta Api, Pelayananmu begini?
Oleh: Agus Santoso

Si mbah itu bersama cucu nya. Naik kereta dari stasiun Senen. Cucunya lapar setelah menempuh perjalanan sampai sekitaran stasiun Purwokerto. . Si mbah menggendong cucunya menuju kantin kereta. Meminta air panas untuk satu cup mie instan yang cucunya ingin makan. .

Tapi. Pihak kantin kereta tidak boleh memberikan atau menjual air panasnya saja. Menurut salah seorang pegawai, itu sudah aturan perusahaan. . Simbah tidak menyerah. Dia menanyakan apakah kantin kereta itu juga menjual satu cup mie, kalau ada, si mbah akan membelinya. . Pegawai tsb menerangkan bahwa mie instan dalam bentuk cup sudah habis, yang ada hanya jenis makanan yang lain. . "Cucu saya maunya makan mie cup mas, mumpung dia mau makan, biasanya dia susah makan mas. Dari tadi pun cuma minum air putih. Tolong mas, saya bayar berapapun". Si mbah memohon. . Seisi kantin masih menonton adegan itu. Rakyat kecil meminta sepotong gelas air panas diatas transportasi milik negaranya. Memohon, mengemis. Dan tetap tidak bisa. .


Saya nembantu menjelaskan baik-baik. Seisi kantin pun menyarankan agar si mbah diberikan air panas itu. Tetap tidak bisa. . Polsus kereta datang. Saya menjelaskan dari ulang. Suasana di kantin menjadi tegang, anak kecil yang lapar itu ketakutan. . Lalu tercapailah sepakat. Tiket kereta saya ditahan, identitas saya dicatat selengkap mungkin. Sebagai jaminan. . Ya! Sebagai jaminan untuk SEPOTONG GELAS AIR PANAS.

Diatas kereta, di atas rangkaian rel besi yang dibangun oleh darah kakek-nenek anak kecil itu, dulu dimasa penjajahan. . Pancasila harus dihapus! Kalau kedaulatan perusahaan sekelas PT.KAI bisa lebih berdiri di atas kedaulatan rakyat. . Negara ini harus bubar!. Kalau untuk sepotong gelas air panas rakyatnya harus memohon dan membuat perjanjian. . Maka lebih baik seisi negara ini menjadi petani atau bahkan pengangguran saja!. Jika menjadi pegawai negeri atau bekerja pada BUMN mampu menghilangkan rasa kemanusiaan!. . Kita semua boleh menangis! Dan harus bersedih. Percayalah, kelak Negara ini tidak ada lagi. Untuk rakyat kecil. .

Kereta Jaka Tingkir. (Ps. Senen - Purwosari) Keberangkatan 20 Maret. . #salmiramdani
Baca selengkapnya

KEMBALINYA SURVIVALITAS ISLAM

[Laskarsyahadat] KEMBALINYA SURVIVALITAS ISLAM
Oleh : Djoko Edhi Abdurrahman
(Mantan Anggota Komisi Hukum DPR)

Ngeri, Gus Ishomusdin dicopot dari Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI. Diturunkan dari Rois Syuriah ke Tanfidziah PBNU. Diembargo di IAIN Raden Intan Lampung, dibulli oleh Anti Ahok. Sebentar lagi, ia dituntut blasphemi pula.

Luar biasa daya rusak Ahok, tapi ucapkanlah subhanallah atas kemampuan Islam melindungi dirinya.
Bukan main kemampuan ini, sudah terbangun rupanya kekuatan untuk melawan hegemoni Cina di Pilpres 2019, demi survivalitas bangsa dari pencaplokan kaum Asing, Aseng, Asong. Satu-satunya kekuatan survivalitas yang masih mampu melawan neokolonialisme ketika militer meninggalkan jati dirinya.

Rakyatlah dengan keimanannya yang terpaksa bahu membahu membangun survivalitasnya sendiri, ketika elemen lainnya sudah ditaklukkan oleh kekuatan demokrasi liberal yang didrive oleh Asing, Aseng, Asong. Tiga terminologi itu muncul dua tahun belakangan, ditujukan kepada Rezim Jokowi yang Xi Jinping banget.
Adalah fakta demokrasi langsung telah empirik menjungkirbalikkan logika, menghancurkan tatanan nilai living law, menyodorkan kucing dalam karung. Menurut saya cara aneh untuk mengangkat pemimpin utama yang harus dari Asing, Aseng, Asong via pengubahan moral living law, hedonisme pilkada, borjuasi pilpres, dan orang termiskin mesinnya yang dalam waktu dekat untuk mengangkat presiden 2019.

Kata Pribumi Dilarang Keppres
Pada FGD di Universitas Ibnu Chaldun, Bogor, yang diinisiasi Dahrin Laode dari CSIS dan MS Ka'ban dari universitas itu, bulan lalu, saya menemukan Keppres yang melarang penggunaan frasa kata "pribumi". Aneh bukan? By Design.
Sekilas wajar, tak ada masyarakat modern dalam Sosiologi yang terbentuk tanpa rekayasa yang disebut social engineering. Yes!

Tapi menghilangkan sebuah masyarakat yang disebut hukum sebagai pribumi, adalah pelanggaran HAM berat. Menurut Samuel Lengkey adalah penghilangan identitas suatu bangsa. Hak Azasi Bangsa yang dilanggar, katanya. Menurut saya equivalent dengan genocida. Dari sini terbit idiom Asing, Aseng, Asong belakangan.

Asing adalah bukan pribumi, bangsa pendatang. Dalam IS (Indische Staat Regeling) Pasal 167 HIR, adalah warga negara Eropa. Ini adalah ras unggulan warga negara Hindia Belanda yang menjajah selama 350 tahun.
Perubahan terminologi pada idiom itu kini menjadi "orang asing". "Orang" di situ adalah bangsa, bangsa Barat, bangsa pendatang.

Charles Van Der Plas menyusun UU RIS (Republik Indonesia Serikat), juga menghilangkan frasa pribumi, dengan modus mempromosikan peranakan Belanda untuk menjadi Presiden RIS. Kembali Islam melawan, menghadapi APRA (Angkatan Perang Ratu Adil) Westerling, dan Po An Tui yang dinisiasi Van Der Plas.

Konstruksi UUD 2002 hasil empat kali amandemen, sama persis dengan UU RIS. Pasal 6 Ayat 1, "Presiden adalah orang Indonesia asli" dibuang, diganti warga negara. Lalu dikunci dengan UU No 24 tentang Non Diskriminasi dan Keppres pelarangan kata pribumi.
Canggih dan sistematis, seperti Van Mook bikin boneka Negara Madura, Van Der Plas bikin UU RIS, ujung-ujungnya untuk menjadikan Cina pemimpin Indonesia. Sudah sama toh semua? Warga negara dan bangsa sudah sama. Kita sudah bisa mengimpor Joan Du Bois dari Perancis dan Qiu Yan Ping dari Tiongkok untuk menjadi presiden RI.

Bagi penyelenggara Kongres Pribumi, Mei 2017, hendaknya melakukan tabayyun kepada Ginanjar Kartasasmita, selaku Ketua Badan Pekerja MPR yang melakukan empat kali amandemen UUD 45 dan Tim Pengkajian MPR.
Selain itu, Prof Sahetapi, pengusul perubahan Pasal 6 Ayat 1 UUD 45, dan Patrialis Akbar, satu-satunya Anggota Pansus yang melawan penghilangan identitas bangsa tadi. Mumpung ketiganya masih hidup. Tapi Patrialis harus ditemui di sel tahanan KPK.
Keppres pelarangan kata pribumi jelas pidana. Natalius Pigai perlu dimintai opini hukumnya. Jika perbuatan itu genocida, berlaku hukum berjalan surut. Para pengkhianat bangsa itu harus dihadapkan ke hukum. Jahat sekali.

Mereka yang disebut Asong, para pengkhianat bangsa. Dulu, namanya Londo Ireng. Masih ingat? Kini kian banyak jumlahnya, berkerumun seperti kecebong di kekuasaan, berlomba saling meningkatkan mutu beleid lego bangsa.
Tadi malam, di penyambutan Sri Bintang Pamungkas di Guntur, dokter Zul Ekomei dalam pidatonya menyatakan menemukan dokumen NDI. Dokumen bertahun 1996, adalah rancangan penggulingan Soeharto dan replacement pribumi.
Tapi secara mens rea (niat jahat), hasil analysis saya, yang memiliki modus adalah Cina yang selama Orde Baru hanya diberikan konsesi ekonomi oleh Presiden Soeharto, dilarang memasuki birokrasi, militer, dan politik yang sangat paradoks dengan keputusan konferensi dunia China Overseas (Cina Perantauan) tahun 1991, 1992, 1994 yang dipimpin Lee Kuan Yew untuk menguasai Asia.

Dokumen itu berasal dari pemerintah Amerika Serikat. Dan, pada 15 Juli 2004, Jimmy Carter merayakan hasil penggulingan Soeharto bersama
Aseng yang terlibat skandal korupsi BLBI.
Hot Keys Jenderal Pemikir
Pada buku "Jenderal Pemikir", 2014, maksudnya Presiden SBY, tentang kawat yang dibocorkan Wikileaks, dipapar kesepakatan Cina dengan Amerika Serikat bagaimana cara untuk menguasai Indonesia. Ternyata hanya satu cara. Yaitu mensekularisasi umat Islam.

Perangkatnya sudah disiapkan. Yaitu Pilkada dan Pilpres. Umat Islam ketika sudah berubah sekuler, begitu metodenya, tinggal dikapitalisasi. Dan kapital terkuat adalah Cina yang menguasai 80% ekonomi Indonesia kini. Pribumi game over dalam proxy war.
Pada IS, pribumi terbagi: beragama Islam dan non Islam. Tapi fakta sejarahnya menyimpulkan Prof Dawam Rahardjo bahwa Islam adalah identitas kepribumian.

Dalam bukunya "Ekonomi Politik Pembangunan" bertajuk "Islam Mendayung Di Antara Karang Sosialisme dan Kapitalisme" (LSAF, 2012), Ia mengurai fakta sejak berdirinya organisasi Islam menghadapi pengaruh Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV) yang sosialis hingga kapitalisme, justru ketika kini sosialisme berubah kapitalisme baru.

Islam harus selamat, pribumi selamat, dan sebaliknya. Survivalitas itu harus ditemukan kembali. Atau, kita jadi Singapore berikutnya.
Baca selengkapnya

Jokowi Penghianat Pancasila, Mau memisahkan agama dengan politik! Joko Widodo wajib diturunkan!

[Laskarsyahadat] Joko widodo telah melanggar Pancasila

Pemikiran Jokowi  yang akan memisahkan agama dengan politik memberi kenyataan bahwa Jokowi berpikiran sekuler. sebagai presiden ke-7 Indonesia yang ada 'indikasi'  keturunan PKI.  Setelah hilangnya penulis buku Undercover mengisyaratkan  tentang kesamaan visi antar Jokowi dengan Pendiri PKI Dn. AIDIT.

Apa yang dikatakan  Joko Widodo terkait Mencuatnya isu agama dalam kancah politik DI Indonesia mendapat komentar panas dari Joko Widodo. Apa yang dikatakan Jokowi " politik dan agama harus dipisah"


Bagaimana dengan pemikiran dari DN. Aidit,  "agama adalah sebagai candu"

Joko Widodo secara terang-terangan  mengusulkan agar terpisahnya agama dan politik. Dalam sejarah perjuangan Indonesia apakah agama dan politik dipisahkan?

Dalam sejarah perjuangan,  agama menjadi benteng persatuan dan keberanian dalam merebut kemerdekaan,  dengan politik strategi pengambilalihan kekuasaan diberlangsungkan untuk kesejahteraan rakyat dan kedaulatan bangsa.

Bagaimana dengan pemikiran Joko Widodo,  apakah sudah melanggar undang-undang dan layak diturunkan dari jabatan presiden.  Pribumi Harus Bangkit,  karena MPR DAN DPR sepertinya sudah tidak peduli pada kenyataan dan kepekaan akan Ideologi Pancasila.

Pemikiran Joko Widodo sangat patut dicurigai akan berdirinya pemikiran sekuler komunis. Sebagai rakyat pribumi yang melihat sejarah kemerdekaan Indonesia bahwa,  kedaulatan ada ditangan rakyat dan agama menjadi pondasi pertama dalam segala aspek bidang.

Jika Joko Widodo akan melepaskan agama dari politik maka Jokowi pantas untuk diturunkan dan digantikan.

Bagaimana Imam Besar Umat Islam Indonesia Habibana M. Rizieq Syihab menguraikan Pemikiran Jokowi tersebut.  Berikut pemaparan dari Habibana M. Rizieq Syihab

 "Kalo Ada Yang Bilang Politik Harus Dipisah dengan Agama, Itu Jalankan Politik Komunis dan Atheis"

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab mengingatkan umat Islam adanya tiga propaganda tetang Islam dan politik yang dihembuskan kaum liberal kepada umat Islam. Propaganda ini dibungkus dengan kalimat yang manis tetapi sejatinya bermaksud sadis.

"Kaum Liberal berbicara di depan umat dengan bahasa yang santun dan seolah arif dan bijaksana. Seolah-olah mereka cinta Islam dan negara tetapi tujuannya untuk membunuh pemikiran Islam yang benar," ungkap Habib Rizieq saat menyampaikan ceramah dalam Tabligh Akbar Politik Islam (TAPI) ke-8 di Komplek Pesantren Husnayain, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Sabtu pagi (25/03/2017).

Propaganda pertama, kata Habib Rizieq, adalah ungkapan bahwa Islam adalah agama yang suci, mulia, dan bersih. Sedangkan politik itu penuh intrik dan kotor. Karena itu umat Islam harus menjaga agar Islam tetap bersih dan suci dengan tidak masuk ke dalam dunia politik yang seperti kubangan kotor, busuk dan jahat.

Propaganda kedua, ungkapan yang menyatakan, ulama itu harus dicintai sebab mereka adalah manusia yang derajatnya tinggi dan mulia di hadapan Allah. Sementara politik adalah jahat, busuk dan tempat sampah. Karena itu ulama tidak boleh masuk ke tempat sampah yang penuh kotoran dan busuk itu. "Ini namanya propaganda, tipuan pemikiran, ini sangat berbahaya," ungkap Habib.

Propaganda liberal ketiga, lanjut Habib Rizieq, kaum liberal memuji syariat Islam. Bahwa syariat Islam wajib diterapkan, hukum Islam itu indah, karena pada masa Nabi dan sahabat dahulu mereka adalah umat terbaik. Sementara saat ini, umat Islam tidak menjadi umat terbaik sehinggat terlalu berat jika harus menerapkan syariat Islam. Saat ini, kata kaum liberal, yang harus dilakukan adalah memperbaiki akhlak sehingga mereka bisa seperti akhlaknya para sahabat. Setelah itu baru memperjuangkan syariat Islam.
"Ini kalimat hak yang tujuannya batil, menjauhkan umat dari perjuangan menegakkan syarat Islam," ungkap Habib Rizieq.

Ketua Dewan Pembina GNPF-MUI ini menyebut, ketiga proganda tersebut merupakan jebakan dan tipuan pemikiran. Karenanya harus dilakukan counter, untuk membuka keboborokan ketiga propaganda itu.

Habib Rizieq menjelaskan, ungkapan bahwa agama Islam suci, bersih adalah betul. Ungkapan bahwa ulama harus dijaga juga betul. Tetapi ungkapan bahwa politik itu najis dan kotor, tidaklah betul. Sebab bersih tidaknya politik tergantung siapa yang memainkannya dan berdiri di atas dasar iman dan takwa atau tidak.
"Jika politik atas dasar iman dan takwa, ridha Allah, atas dasar syariat maka akan jadi politik yang baik dan bersih, disebut as-siyasah as-syar'iyah, politik syariat. Tetapi jika atas dasar hawa nafsu dan dijauhkan dari ajaran agama akan jadi politik yang busuk. Ini yang tidak boleh dimasuki ulama," ungkap Habib.

Contoh politik yang kotor, menurut Habib Rizieq, adalah fenomena hari ini. Mereka yang mendukung pemimpin kafir itulah yang disebut telah mempolitisasi agama. Sebab mereka membalik-balik agama, mengutip Alquran dan hadits untuk tujuan politiknya.

"Kalau ada yang mengatakan agama dan politik harus dipisah, itu menjalankan politik Komunis, atheis, politik yang tidak mau bersentuhan dengan agama," tandas Habib.
Tugas ulama, terang Habib, adalah membersihkan politik yang kotor. Politik harus dibersihkan dari mereka-mereka yang suka mengorupsi dalil untuk menyesatkan umat Islam. "Politik yang diwarnai Islam akan jadi politik yang bersih," imbuhnya.

Terkait dengan akhlak masyarakat, Habib Rizieq menjelaskan, justru dengan penerapan syariat Islam akhlak masyarakat akan berproses menjadi lebih baik. Kata Habib, para sahabat nabi mendapat gelar umat terbaik juga dengan proses, tidak ujug-ujug. Sehingga tidak tepat jika harus menunggu semua umat Islam berakhlakul karimah, baru perjuangan syariat Islam dilakukan.

Secara sederhana Habib Rizieq mencontohkan soal ikhlas dalam shalat. Bahwa umat Islam menjalankan shalat harus ikhlas. Namun tidak dapat dikatakan, bila belum ikhlas maka lebih baik tidak menjalankan shalat. Sebab tidak ikhlas atau riya' adalah penyakit hati, sementara penyakit hati obatnya adalah zikir. Dan menurut ajaran Islam, zikir yang paling utama adalah shalat.
Karena itu, lanjut Habib, untuk menghilangkan sifat riya' atau tidak ikhlas haruslah dengan shalat. Ia mengibaratkan shalat itu ibarat obat, jika dikonsumsi terus lama-lama akan menyembuhkan. Orang yang tidak ikhlas dalam shalatnya jika ia terus melakukan shalat maka lama-lama dia akan ikhlas.

Demikian pula dengan syariat Islam. Siap tidak siap syariat Islam harus diterapkan. Sebab dengan hanya dengan penerapan syariat Islam akhlak masyarakat akan baik, syariat yang akan mengobati kebobrokan akhlak. Apalagi Alquran juga telah diturunkan secara lengkap yang tidak ada alasan bagi manusia untuk tidak menerapkannya. "Ini propaganda-propaganda yang harus kita luruskan, " pungkasnya.

Sumber:suaraislam.com
Baca selengkapnya

NU Garis Lurus Ungkap Kegoblokan Said Agil Siraj

[Laskarsyahadat] Sebuah berita baru NU Onlineberjudul ‘Kiai Said Dorong Persaingan Sunni- Syiah Secara Sehat’ mengungkap kegoblokan Said Agil Siraj dalam membela syiah. Mari kita buka dan simak goblok nya Said Agil Siraj [http:// nu.or.id /a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,64843-lang,id-c,nasional-t,Kiai+Said+Dorong+Persaingan+Sunni+Syiah+Secara+Sehat-.p



hadits tidak ada orang Arab, tetapi orang Persia semua. Bukhari, Muslim, Turmudzi, Ibnu Majah, Ibnu Dawud, Daruqutni, Daylimi,” imbuhnya.

Ia menambahkan yang menciptakan ilmu nahwu, Imam Sibawaih merupakan orang Persia, yang menciptakan ilmu balaghoh atau kesusastraan bahasa Arab juga orang Persia, yaitu Amir bin Ubaid. Yang pertamakali menjadi mufassir besar, yaitu orang Tabaristan, yaitu Ibnu Ja’far Attabari yang membuat tafsir 10 jilid. Imam Ghozali merupakan Persia. Abu Hanifah dan Imam Hambali orang Persia. Sementara Imam Syafii dan Imam Malik orang Arab.

Mengenai hubungan yang harmonis antara Sunni dan Syiah, Kiai Said yang menyelesaikan doktor di Universitas Ummul Qura Makkah ini menjelaskan, Mesir bisa menjadi contoh. Mesir dulu ada kelompok Syiah, Sunni, dan Kristen Ortodok. Mereka bisa hidup damai.

“Ngak pernah ada konflik mazhab. 10 raja dari Syiah di Mesir dari dinasti Fatimiyah. Yang membangun kota Kairo orang Syiah, yang membangun masjid Al Azhar juga orang Syiah,” tandasnya.

Meluruskan Sang Profesor Goblok

Imam Bukhari adalah orang Bukhara sekarang wilayah Uzbekistan bukan Iran Persia. Goblok…!!!

Imam Turmudzi adalah orang Turmudz sekarang wilayah Uzbekistan bukan Iran Persia.
Goblok…!!!

Imam Daruquthni adalah orang Dar Al Quthn Baghdad Irak bukan Iran Persia.
Goblok…!!!

Ad Dailami adalah wilayah di daerah Yaman Utara bukan Iran Persia.
Goblok…!!!

Pencipta Ilmu Balaghoh dan Kesastraan Arab bukan Amir Bin Ubaid orang Mu’tazilah tapi Imam Abdul Qohir Bin Abdurrahman Al Jurjani Sunni bermazhab Asy’ari.

Imam Abu Hanifah Lahir di Kufah wilayah Irak bukan Iran Persia.

Imam Ahmad Bin Hanbal lahir di Baghdad Irak bukan Iran Persia.

Pernyataan yang sangat konyol dari seorang profesor.Kalau mau membela syiah jangan menggunakan sumber ngawur. Mungkin sebagian Ulama memang lahir di wilayah Iran seperti Imam Muslim dan Abu Dawud dari Naisabur. Tapi dulu Persia adalah wilayah Sunni yang ditaklukkan Amirul Mukminin Umar Bin Khattab Radhiyallahu Anhu. Iran Persia baru perlahan berubah aqidah menjadi syiah dimasa Dinasti Shafawiyah pada tahun 1500 Masehi yang terkenal sangat radikal membantai Ahlus Sunnah. Jadi Syiah baru berkuasa di Persia Iran sekitar 5 Abad dan 10 Abad sebelumnya dikuasai Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

Sangat aneh jika seorang Said Agil membela syiah dengan menyebut para Imam Ahlus Sunnah dalam ilmu hadits yang menurutnya semua berasal dari syiah persia padahal klaim dusta dan goblok. Namun anehnya sekte syiah justru tidak mau meyakini riwayat hadits dari para Imam Hadits mazhab Sunni seperti Shahih Bukhari dan Muslim.Wallahu Alam

Baca selengkapnya

Friday, 24 March 2017

Bekasi Berdarah! WALIKOTA siap ditembak Jika IMB salah aturan!

[Laskarsyahadat] Bekasi Berdarah,  Walikota Bekasi siap di tembak Kepalanya jika IMB gereja Menyalahi aturan!

Walikota Bekasi menanggapi dengan serius kejadian konflik berdarah antara umat islam yang menolak pendirian gereja Santa Clara dengan aparat.  Jumat waktu setempat ratusan warga yang tergabung dalam silaturahmi umat islam bersatu melakukan aksi di dekat gereja Santa,  tidak lama berselang aparat membubarkan dengan tembakan gas air mata dan wajar Canon. Warga terluka dan di bawa ke rumah sakit setempat.

Bagaimana pejabat setempat yang berwenang memberikan izin pendirian bangunan.  Berikut tanggapan serius dari walikota Bekasi,  Rahmat Efendi


Warga setempat menyatakan izin tersebut menyalahi karena berada dipemukiman umat Islam,  dan sebagai bentuk kristenisasi.

Rahmat mengatakan" dia lebih baik ditembak kepalanya daripada mencabut IMB gereja itu.  IMB itu sudah sesuai aturan"kompas.com
Baca selengkapnya

MOBIL PRESIDEN MOGOK! Anggota DEWAN USULKAN mobil ESMKA!

[Laskarsyahadat] Mobil Presiden Jokowi Mogok Fadli Zon Usulkan ESMKA saja

Gaung mobil ESMKA yang membuat heboh dunia Indonesia saat kampanye ternyata lenyap oleh sensasi selbritas presiden. Kembali heboh oleh ulah mobil kepresidenan yang mogok,  seolah menuntut Janji presiden untuk membesarkan nama ESEMKA.

Heboh terkait mobil mogok dan keluhan mobil kepresidenan yang belum dikembalikan oleh SBY,  membuat geram masyarakat,  selain itu kelompok bani serbet yang mengusulkan sumbangan dari rakyat untuk mobil Jokowi mendapat respon negatif.

Berikut cuitan Fadli Zon melalui Twitter Resminya. @fadlizon


Selain itu melalui media SINDOnews
Fadli Zon mengungkapkan :
Istana Keluhkan Mobil Jokowi Mogok, Sebaiknya Ganti Mobil Esemka' https://t.co/HaaLngUSjG via @SINDOnews
Baca selengkapnya

Bukannya Minta Maaf dan Bertobat! Melalui Surat Terbuka, Ishomudin malah TUDUH umat islam lelah dan kehabisan energi dalam Membela Agama!

[Laskarsyahadat] Mendapat Tekanan DARI umat islam,  Ishomuddin Membuat SURAT terbuka.

Beberapa hari setelah persidangan Ahok yang ke-15, Ishomuddin menjadi saksi yang dihadirkan oleh kubu terdakwa sebagai saksi ahli agama. Pandangan saksi ahli digunakan untuk meringankan Terdakwa.

Ramai di media terkait pernyataan Ishomudin yang menyebut Almaidah ayat 51 sudah tidak relevan untuk sekarang,  karena beda zaman.  Pernyataan tersebut membuat geram umat Islam dan menyebutkan Ishomudin telah keluar dari Islam (Murtad).



Bandar Lampung,  sebagai kota provinsi sekaligus tempat mengabdi Ishomudin dijadikan tempat umat islam menyuarakan reaksi dan sikap keagamaan yang didukung oleh berbagai Ormas Islam.

Melihat dan mendengar banyaknya penolakan,  Ishomuddin membuat surat terbuka sebagai pembelaan atas dirinya.  Namun Ishomudin bukannya meredam dan meminta maaf malah menuduh UMAT islam sudah lelah dan kehabisan energi terkait penistaan Kafir Ahok!

Berikut kutipan pernyataan Ishomudin!

Saya menyadari betul dan sudah siap mental menghadapi resiko apa pun, termasuk mempertaruhkan jabatan saya yang sejak dulu saya tidak pernah memintanya, yakni baik sebagai Rais Syuriah PBNU (periode 2010-2015 dan 2015-2020) maupun Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat (2015-2020), demi turut serta menegakkan keadilan itu. Sebab, sepertinya umat Islam sudah lelah dan kehabisan energi karena terlalu lama mempersengketakan kasus pak BTP (Ahok).

Sebagian umat yakin ia pasti bersalah dan sebagian lagi menyatakan belum tentu bersalah menistakan Qs. al-Maidah ayat 51.

Surat terbuka yang panjang lebar,  menguraikan alasan dan peristiwa persidangan,  bahkan pembelaan dirinya atas ucapan dan pemikiran Ishomudin teguran lengkap.

Berikut surat terbuka Ishomudin
“TABAYYUN SETELAH SIDANG KE-15 KASUS PENODAAN AGAMA

Oleh: Ahmad Ishomuddin



Beberapa waktu lalu saya diminta oleh penasehat hukum bapak BTP (Ahok) untuk menjadi saksi ahli atas kasus penodaan agama yang didakwakan kepadanya. Penasehat hukum dalam UU Advokat juga termasuk penegak hukum di negara konstitusi Republik Indonesia, sebagaimana dewan hakim dan para JPU (Jaksa Penuntut Umum). Karena kesadaran hukumlah saya bersedia hadir dan menjadi saksi ahli dalam sidang ke-15.

Saya menyadari betul dan sudah siap mental menghadapi resiko apa pun, termasuk mempertaruhkan jabatan saya yang sejak dulu saya tidak pernah memintanya, yakni baik sebagai Rais Syuriah PBNU (periode 2010-2015 dan 2015-2020) maupun Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat (2015-2020), demi turut serta menegakkan keadilan itu. Sebab, sepertinya umat Islam sudah lelah dan kehabisan energi karena terlalu lama mempersengketakan kasus pak BTP (Ahok).

Sebagian umat yakin ia pasti bersalah dan sebagian lagi menyatakan belum tentu bersalah menistakan Qs. al-Maidah ayat 51.

Oleh sebab itu, persengketaan dan perselisihan tersebut segera diselesaikan di pengadilan, agar di negara hukum kita tidak memutuskan hukum sendiri-sendiri. Saya hadir, sekali lagi saya nyatakan, di persidangan karena diminta dan karena ingin turut serta terlibat untuk menyelesaikan konflik seadil-adilnya di hadapan dewan hakim yang terhormat.

Saya hadir di persidangan bukan atas nama PBNU, MUI, maupun IAIN Raden Intan Lampung, melainkan sebagai pribadi. Tidak mewakili PBNU dan MUI karena sudah ada yang mewakilinya. Saya bersedia menjadi saksi ahli pada saat banyak orang yang diminta menjadi saksi ahli pihak pak BTP berpikir-pikir ulang dan merasa takut ancaman demi menegakkan keadilan. Dalam hal ini saya berupaya menolong para hakim agar tidak menjatuhkan vonis kepadanya secara tidak adil (zalim), yakni menghukum orang yang tidak bersalah dan membebaskan orang yang salah. Tentu karena saya juga berharap agar seluruh rakyat Indonesia tenang dan tidak terus menerus gaduh apa pun alasannya hingga vonis dewan hakim diberlakukan. Rakyat harus menerima keputusan hakim agar tidak ada lagi anak bangsa ini main hakim sendiri di negara hukum.

Saya hadir sebagai saksi ahli agama karena dinilai ahli oleh para penasehat hukum terdakwa, dan di muka persidangan saya tidak mengaku sebagai ahli tafsir, melainkan fiqih dan ushul al-fiqh. Suatu ilmu yang sudah sejak lama saya tekuni dan saya ajarkan kepada para penuntut ilmu. Namun, itu bukan berarti saya buta dan tidak mengerti sama sekali dengan kitab-kitab tafsir. Alhamdulillah, saya dianugerahi oleh Allah kenikmatan besar untuk mampu membaca dan memahami dengan baik berbagai referensi agama seperti kitab-kitab tafsir berbahasa Arab, bukan dari buku-buku terjemahan. Semua itu adalah karena barakah dan sebab doa dari orang tua dan para kyai saya di berbagai pondok pesantren.

Saat saya ditanya tentang pendidikan terakhir saya oleh ketua majelis hakim, saya menjawab bahwa pendidikan formal terakhir saya adalah Strata 2 konsentrasi Syari’ah. Saya memang belum bergelar Doktor, meski saya pernah kuliah hingga semester 3 di program S-3 dan tinggal menyusun disertasi namun sengaja tidak saya selesaikan. Jika ada yang menyebut saya Doktor saya jujur dengan mengklarifikasinya, sebagaimana saat orang menyebut saya haji, karena benar saya belum haji. Bagaimana saya mampu berhaji, saya miskin dan banyak orang yang tahu bahwa bahwa saya sekeluarga hidup sederhana di rumah kontrakan yang sempit. Namun sungguh saya tidak bermaksud melakukan pembohongan publik. Saya yakin sepenuhnya bahwa penguasaan ilmu dan kemuliaan itu adalah diberikan oleh Allah kepada para hamba yang dikehendaki-Nya dan karenanya saya tidak pernah merendahkan siapa saja. Titel kesarjanaan, gelar panggilan kyai haji, dan pangkat bagi saya bukanlah segalanya. Saya berusaha menghormati siapa saja yang menjaga kehormatannya. Bagi saya berbeda pendapat adalah biasa dan wajar saja dan karenanya saya tetap menaruh hormat kepada siapa saja yang berbeda dari saya, terutama kepada orang yang lebih tua, lebih-lebih kepada para kyai sepuh.

Dalam persidangan ke-15 itu tentulah saya menjawab dengan benar, jujur, tanpa sedikitpun kebohongan, di bawah sumpah semua pertanyaan yang diajukan, baik oleh Majelis Hakim, para Penasehat Hukum, maupun para para Jaksa Penuntut Umum (JPU). Apabila para saksi, baik saksi fakta maupun saksi ahli, yang diajukan JPU lebih bersifat memberatkan terdakwa karena yakin akan kesalahannya, maka saya sebagai saksi ahli agama yang diajukan oleh para Penasehat Hukum bersifat meringankannya, selanjutnya nanti majelis hakimlah yang akan memutuskannya. Kesaksian itu saya berikan berdasarkan ilmu, sama sekali bukan karena dorongan hawa nafsu seperti karena ingin popularitas, karena uang dan atau keuntungan duniawi lainnya. Sungguh tidaklah adil dan bertentangan dengan konstitusi jika saya disesalkan, dilarang, dimaki-maki, diancam dan bahkan difitnah karena kesaksian saya itu, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

Sangat disesalkan bahwa gelombang fitnah dan teror telah menimpa saya, terutama di media sosial yang kebanyakan ditulis dan dikomentari tanpa tabayyun. Berita yang beredar tentang diri saya dari sisi-sisi yang tidak benar langsung dipercaya dan segera terburu-buru disebarluaskan. Di antaranya berita bahwa saya menyatakan bahwa Qs. al-Maidah ayat 51 tidak berlaku lagi, tidak relevan, atau expaired. Berita itu berita bohong (hoax). Yang benar adalah bahwa saya mengatakan bahwa konteks ayat tersebut dilihat dari sabab an-nuzulnya terkait larangan bagi orang beriman agar tidak berteman setia dengan orang Yahudi dan Nasrani karena mereka memusuhi Nabi, para sahabatnya, dan mengingkari ajarannya. Ayat tersebut pada masa itu tidak ada kaitannya dengan pemilihan pemimpin, apalagi pemilihan gubernur. Adapun kini terkait pilihan politik ada kebebasan memilih, dan jika berbeda hendaklah saling menghormati dan tidak perlu memaksakan pendapat dan tidak usah saling menghujat. Kata ” awliya’ ” yang disebut dua kali dalam ayat tersebut jelas terkategori musytarak, memiliki banyak arti/makna, sehingga tidak monotafsir, tetapi multi tafsir. Pernyataan saya tersebut saya kemukakan setelah meriset dengan cermat sekitar 30 kitab tafsir, dari yang paling klasik hingga yang paling kontemporer.

Saya sangat mendambakan dan mencintai keadilan. Oleh sebab itu, setiap ada berita penting menyangkut siapa saja, baik muslim maupun non muslim, lebih-lebih jika menyangkut masa depan dan menentukan baik-buruk nasibnya, maka jangan tergesa-gesa di percaya. Untuk menilai secara adil dan menghindarkan kezaliman menimpa siapa pun maka berita itu harus diteliti benar tidaknya dengan hati-hati, wajib dilakukan tabayyun (klarifikasi) kepada pelakunya atau ditanyakan kepada warga di tempat kejadian perkara.

Dalam hal terkait pak BTP (Ahok) saya tahu bahwa dalam mengeluarkan sikap keagamaan yang menghebohkan itu MUI Pusat tidak melakukan tabayyun (klarifikasi) terlebih dahulu, baik terutama kepada pak BTP (Ahok) maupun langsung kepada sebagian penduduk kepulauan Seribu, karena MUI Pusat merasa yakin dengan mencukupkan diri dengan hanya menonton video terkait dan memutuskan Ahok bersalah menistakan al-Qur’an dan Ulama. Padahal dalam al-Qur’an diperintahkan agar umat Islam bersikap adil dan sebaliknya dilarang zalim, kepada siapa saja meskipun terhadap orang yang dibenci. Maka janganlah berlebihan dalam hal apa saja, termasuk jangan membenci berlebihan hingga hilang rasa keadilan.

Bila kemudian saya menyatakan pendapat yang berbeda dengan Ketua Umum MUI (KH. Ma’ruf Amin) sebagai saksi fakta dan Wakil Rais Aam PBNU (KH. Miftahul Akhyar) sebagai saksi ahli agama di sidang pengadilan itu, maka itu hal biasa, wajar, dan hal yang lazim saja. Bagi saya berbeda pendapat itu tidak menafikan penghormatan saya kepada dua kyai besar tersebut. Dalam hal yang didasari oleh ilmu, bukan hawa nafsu, berbeda itu biasa dan merupakan sesuatu yang berbeda dari persoalan penghormatan. Sebagai muslim saya terus memerangi nafsu untuk bersikap tawadlu’ (rendah hati) sepanjang hayat.

Terhadap setiap pujian kepada saya, saya tidak bangga dan saya kembalikan kepada pemilik semua pujian yang sesungguhnya, Allah ta’ala. Sebaliknya, terhadap caci maki, celaan, fitnah dan apa saja yang menyakiti hati saya tidak kecewa dan tidak takut, karena saya menyadari keberadaan para pencaci di dunia yang sementara ini. Saya harus berani menyampaikan apa yang menurut ilmu benar. Rasanya percuma hidup sekali tanpa keberanian, dan menjadi pengecut. Kebenaran wajib disampaikan, betapa pun pahitnya.

Hanya kepada Allah saya mohon petunjuk dan perlindungan. Semoga kita dijauhkan dari kezaliman, kejahatan syetan (jenis manusia dan jin), dan dijauhkan dari memperturutkan hawa nafsu.”


Baca selengkapnya

BEKASI berdarah! Gereja Langgar Kesepakatan, Umat Islam di Tembak Polisi

[Laskarsyahadat] Gereja Santa Clara Didemo Lagi (yg ke-4 x)
Umat Islam Bekasi: Mereka Langgar Kesepakatan

BEKASI :Koordinator Majelis Silaturahim Umat Islam Bekasi (MSUIB), Ustadz Iman Fathurohman menegaskan aksi demo ribuan umat Islam Bekasi menentang pembangunan Gereja Katolik Santa Clara dipicu oleh tindakan pihak gereja yang dianggap melanggar kesepakatan. Gereja secara resmi dalam status quo, ternyata tetap melakukan aktivitas pembangunan.

"Mereka melanggar aturan. Kesepakatannya, kita umat Islam siap tidak menggelar aksi unjuk rasa selama 2 tahun. Kita sudah laksanakan tidak unjuk rasa selama dua tahun. Mereka juga mengaku sepakat tidak membangun gereja, tapi ternyata mereka melanggar, mereka bangun gereja dibackingi pemkot," kata ustadz Iman kepada Voa Islam di lokasi unjuk rasa, Lingkar Utara, Kaliabang, Bekasi Utara, Jawa Barat, Jumat (24/3/2017).
Ustadz Iman menambahkan, aksi Umat Islam digelar untuk menegaskan bahwa umat Islam sampai saat ini masih tetap menolak Santa Clara.

Penegasan itu, kata ust Iman, merespon isu dan opini yang dihembuskan bahwa seolah-olah umat Islam sudah menerima keberadaan Santa Clara, karena sudah tidak ada lagi aksi penolakan dan protes.
Aksi sendiri sudah dilakukan untuk keempat kalinya.
"Jadi, ini (aksi) jawaban kami, bahwa umat Islam menolak gereja Santa Clara," ucapnya.

Ustadz Iman melanjutkan bahwa umat Islam sejatinya tidak melarang berdirinya gereja. Akan tetapi, penolakan dilakukan dengan sejumlah alasan. Pertama, di Bekasi Utara mayoritas adalah umat Islam. Kedua, Bekasi utara terdapat banyak pondok pesantren.



"Keberadaan gereja di tengah-tengah mayoritas umat Islam menyinggung perasaan kaum Muslimin," ujarnya.
Apalagi, lanjut Ustadz Iman, para ulama sudah memberikan jalan keluar agar gereja dibangun di lokasi yang berbeda. Agar tidak menciptakan ketegangan sosial dan agama.
"Pimpinan kami sudah memberi solusi, silahkan bangun gereja, tapi di tempat lain. Anehnya, mereka tetap ngotot bangun di sini. Ini gereja bukan kecil loh seperti di ruko-ruko. Ini gereja sangat besar," jelasnya.

Ustadz Iman juga menegaskan bahwa umat Islam juga tersinggung dengan proses pembangunan gereja.
Santa Clara dinilai melakukan aksi manipulasi.
Hal itu yang menguatkan tekad umat Islam untuk terus memperkarakan Santa Clara.
"Sudah 20 orang mencabut surat persetujuan membangun gereja. Mereka merasa ditipu, karena mereka hanya menandatangani kertas kosong, yang ternyata dikemudian hari tertulis menyetujui pembangunan gereja," katanya.
"Masyarakat juga ada yang tidak pernah menyerahkan KTP, tapi ternyata fotokopi KTP-nya sudah berada di pihak gereja," sambungnya.

Sejumlah elemen turut terlibat aksi unjuk rasa diantaranya adalah santri Pesantren At-Taqwa KH Noer Ali, Pelajar Islam Indonesia (PII), FPI, Jamaah Anshor Syariah, Majelis Silaturahim Umat Islam Bekasi, Muhammadiyah, Persis, tim medis GNPF-MUI, KUIB, dan sejumlah majelis taklim dan Pondok Pesantren di Bekasi. Tidak hanya pria, aksi unjuk rasa juga melibatkan ibu-ibu dan sejumlah remaja putri.

Massa sendiri hingga pukul 16.30 WIB masih medengar orasi para ustadz. Meski direncanakan aka membubarkan diri pada pukul 17.00 WIB. * [Bilal/Syaf/voa-islam.com]
Baca selengkapnya

Parah! Presiden Jokowi memperlakukan Rakyat sama seperti Hewan! Bahkan lebih Rendah!

[Laskarsyahadat]  Memberi bingkisan ke rakyat,  seperti memberi makan Hewan,  dilempar!

Kelakuan presiden Jokowi yang terekam video oleh masyarakat memberi gambaran bahwa presiden Jokowi memperlakukan rakyat sama seperti hewan,  bahkan lebih rendah lagi.



Kambing yang ada di lingkaran istana,  saat melahirkan menjadi sorotan media bahkan dikuatkan spesial Vlog.  Namun ketika bertemu dengan rakyat yang dengan sukarela menunggu malah di jadikan seperti hewan buas.

Kejadian yang disebut saat kunjungan Jokowi ke Batam,  terlihat Jokowi membagi-bagi bingkisan dari dalam mobil,  dilempar ke tanah.  Warga sekitar yang menunggu berlarian menuju mobil presiden sekadar untuk bersalaman.

Berikut video lengkapnya.

Baca selengkapnya

[foto] Demo Copot Ishomudin, mencuat di Bandar Lampung!

[Laskarsyahadat] Demo Copot Ishomudin dari Dosen IAIN

Seruan aksi dan digelarnya demo dilaksanakan Jumat,  24 Maret 2017 mendapat respon positif dari warga masyarakat Bandar Lampung. Penistaan yang dilakukan oleh Ishomuddin yang mengatakan Almaidah ayat 51 tidak relevan membuat amarah umat Islam.

Berikut tanggapan dari GNPF-MUI Lampung terkait saksi Ishomudin.



*SIKAP GERAKAN NASIONAL PENGAWAL FATWA (GNPF) MUI LAMPUNG TERHADAP Sdr. Ahmad Ishomuddin*

==============================================================

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العزة ذي الجلال والإكرام
والصلاة والسلام على رسوله خير الأنام
و بعد ،،،

*Menyikapi terjadinya beberapa peristiwa yang melibatkan sdr. Ahmad Ishomuddin yang menjadi saksi ahli agama meringankan Terdakwa kasus penistaan agama Basuki T. Purnama (AHOK) pada sidang ke-15 pada hari Selasa  tanggal 21 Maret 2017, menuai banyak protes dari Umat Islam.*
 *Maka dengan memohon inayah dari Allah Rabbul Izzati kami Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Lampung menyatakan sikap sebagai berikut :*

_BERTAUBATLAH  sdr. Ahmad Ishomuddin_

*1. Mengecam dengan keras kepada sdr. Ahmad Ishomuddin yang sudah menjadi saksi Ahli meringankan Ahok. (Tidak mengindahkan Fatwa MUI PUSAT).*

*2. Pernyataan sdr. Ahmad Ishomuddin terhadap QS. AL-Maidah ayat 51 yang sudah tidak berlaku (expired) adalah merupakan PENISTAAN  Al-QURAN jilid 2 (harus segera diperoses secara hukum). Secara Aqidah sdr. Ahmad Ishomuddin sudah keluar dari Islam karena sudah tidak mengimani salah satu ayat al-Quran yaitu Al-Maidah ayat 51 adalah salah satu ayat muhkamat (ayat yang sudah sangat jelas hukum).*

*3. Mendesak sdr. Ahmad Ishomuddin untuk bertaubat dan minta maaf secara terbuka kepada umat islam khususnya Masyarakat Muslim Lampung yang sudah dipermalukan oleh sikapnya.*

*4.  Kami Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Provinsi Lampung dan Masyarakat Muslim Lampung akan memboikot semua aktivitas keagamaan sdr. Ahmad Ishomuddin sampai yang bersangkutan bertaubat dan meminta maaf.*

Demikian pernyataan ini kami buat demi mewujudkan Indonesia yang lebih bermartabat dan Persatuan Umat Muslim.

Bandar Lampung, 22 maret 2017.


*GNPF MUI LAMPUNG*
*(GERAKAN NASIONAL PENGAWAL FATWA MUI PROVINSI LAMPUNG)*


*Ketua GNPF MUI Lampung*
 Dr.KH. Bukhori Abdul Shomad.MA.            

*Ketua Pembina*
KH.Mukhlis Sholihin

*ORMAS PENDUKUNG :*

MIUMI – Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia – BKPRMI Lampung – FPI Lampung – FKPP Bandar Lampung – khoiru Ummah Lampung – IKADI Lampung – DPU DT Lampung – YASLAM Lampung – GPII Lampung – PUI Lampung – HTI Lampung – Jamaah Tabligh Lampung – Hidayatullah Lampung – PERSIS Lampung – IIBF Lampung – HMI Cabang Bandar Lampung – KAMMI Lampung – FSLDK lampung – MPI Lampung – Al Ittihad – PAKU BANTEN Bandar Lampung – GMI Lampung – DMI Lampung – KB PII Lampung – BPKsPPI Lampung – PAHAM Lampung – Al Irsyad Al Islamiyah – Matlaul Anwar – MEKAR Lampung – Korwil Al khairiyah Lampung – Gerahamtara Prov. Lampung - FOSMIL - RUMAH MEDIA ISLAM -  dll.


Baca selengkapnya

Thursday, 23 March 2017

Tak masuk Kompas dan Metro TV, Istana Biarkan Bu Patmi Mati!

[Laskarsyahadat]  tidak masuk Kompas TV dan Metro TV,  Bu Patmi dibiarkan Mati!

Kita wong cilik slogan kampanye,  kisah memanusiakan manusia saat beramah tamah dengan warta berita soal penggusuran rumah warga. Tapi ketika sudah jadi pejabat negara,  Rakyat dibiarkan menderita,  mau berjumpa diistana tak juga disambut.

Kisah Bu Patmi,  warga kendeng yang turut serta menjadi peserta aksi demo cor dengan semen karena menolak berdirinya pabrik semen di daerahnya.  Tak kunjung bertemu dengan 'wong cilik'  akhirnya Bu Patmi meninggal Dunia.

Pihak istana menyalahkan warga,  mengatakan warga sebaliknya demo di rumah saja kan tidak ada bahaya dan resiko.  Istana bilang warga jangan membuat bahaya.  Kalau demo boleh tapi yang tidak membahayakan.  Tak lama istana mengurusi jenazah bu Patmi yang katanya dikasih santunan juga.


Beda kisah dengan Bu Saeni,  penjual makanan di waktu bulan Ramadhan yang terkena razia oleh Satpam PP.  Metro TV dan kompas TV gencar liputan berita,  kejar tayang hingga hampir setiap waktu kisah Bu Saeni kuasai berita nasional.

Istana tak mau ambil kesempatan,  sebagai rasa simpati,  Joko Widodo sebagai orang nomor satu ikut tuh sumbang,  10jt Cash.

Kisah satu benar menjaga martabat yang tidak masuk Tv dengan kisah Bu Saeni yang ternyata settingan berisi usulan agar umat Islam menghormati orang yang tidak berpuasa akhirnya Menteri agama juga turut berkomentar.
Baca selengkapnya

Tuduhan Makar tak terbukti! Sri Bintang Gugat Kapolri Tito Karnavian

[Laskarsyahadat] Kasus Pencemaran Nama Baik belum selesai,  Kapolri Tito Karnavian di gugat Sri Bintang terkait tuduhan makar!

Sri Bintang Pamungkas berencana untuk menggugat Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Tito Karnavian terkait dengan penangkapan dan penahanan dirinya atas dugaan makar pada 2 Desember 2016.

Sri Bintang ingin menggugat karena menilai penahanan dirinya sarat dengan kejanggalan.

"Karena kalau (waktu itu) Kapolri tidak memberi pemicu, Kapolda tidak akan jalan," ujar Sri Bintang dalam satu acara di Rumah Kedaulatan di Jakarta, Kamis (23/3).

Kejanggalan itu adalah terkait tidak adanya bukti dan korban sebagai syarat Pasal 107, 108, dan 110 KUHP untuk menjeratnya. Dengan demikian, tuduhan makar pun dianggapnya mengada-ada.

"Jadi tujuan makar itu seperti perkara pembunuhan, orang yang terbunuh tidak ada, pembunuh juga tidak ada. Alat (bukti) membunuh juga tidak ada, tetapi ada tersangka. Inilah republik kita," tutur Sri Bintang.

Alasan lainnya adalah soal lamanya penahanan. Diketahui Sri Bintang ditahan kurang lebih 103 hari sejak 2 Desember 2016. Padahal, kepolisian dan kejaksaan bisa kapan saja memanggilnya untuk memberi kesaksian tanpa mencopot status tersangka.


Sri Bintang merasa dirinya telah dirugikan dalam sisi HAM. "Saya sempat minta penangguhan, tapi ditolak. Baru pada tanggal 15 Maret saya dibebaskan," ujar Sri Bintang.

Ganti Rugi Materiil

Di samping menggugat, Sri Bintang juga berencana meminta ganti rugi berupa materiil. Dia merasa upayanya menggugat dan minta ganti rugi itu dilindungi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHAP).

Sri Bintang pun tidak cemas upaya kali ini akan kembali dijadikan bahan pihak lain untuk mengkriminalisasi dirinya.

Pada Desember 2016, Sri Bintang Pamungkas diamankan pihak kepolisian karena tuduhan makar. Dia diduga ingin menuntut Sidang Istimewa MPR RI saat itu. Markas Besar Polri resmi menetapkan sejumlah tersangka dengan Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP mengenai perbuatan makar dan pemufakatan jahat untuk melakukan makar.

Sri Bintang ditetapkan tersangka dengan sejumlah aktivis lainnya macam Kivlan Zein, Adityawarman Thahar, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein, Eko Santjojo, Alvin Indra, Rachmawati Soekarnoputri, dan kakak beradik Rizal dan Jamran

Sumber : m.cnnindonesia.com


Baca selengkapnya

HEBOH! Gubernur Jawa Tengah pakai Kaos "ANJING SEMUA"

[Laskarsyahadat] Ganjar Pramono Gubernur Jawa Tengah Memakai Baju Asu!

Ganjar Pramono gubernur Jawa Tengah yang diusung oleh PDIP tersangkut kasus E-KTP.  kasus tersistem yang merugikan triliun uang negara. Selain kasus e-KTP Ganjar Pramono juga menjadi objek pelemparan isu oleh Presiden Joko Widodo  terkait Izin Perusahaan Semen Kendari,  yang merenggut nyawa Bu Patmi ketika ikut menjadi peserta aksi cor semen di depan Istana.

Terlepas latar belakang dan kasus yang sedang menimpa Ganjar Pramono,   ada yang sedang tren di masyarakat media sosial,  yaitu kaos yang dikenakan Ganjar Pranomo menuai kontroversi.

Berikut baju yang dikenakan Ganjar Pranomo
 Dalam sebuah acara Ganjar Pramono menyamapaikan sebuah gagasan dan pidatonya di muka umum memakai kaos yang bertuliskan "UASSU! KUABEH"  yang disertai gambar Anjing.

Apa sebenarnya arti dari tulisan tersebut,  UASSU=ANJING
KUABEH= SEMUANYA

terlepas itu baju tren,  namun memiliki arti dan konteks yang berkaitan. Seharusnya seorang Gubernur harus memperhatikan pakaian yang digunakan, namun itulah kenyataannya Ganjar Pramono tidak peduli tulisan apa yang dokenakannya.

Berikut kasus yang menjerat Ganjar Pranomo.

Baca selengkapnya
loading...