Showing posts with label Al-Quran. Show all posts
Showing posts with label Al-Quran. Show all posts

Wednesday, 15 March 2017

Sifat Alquran yang perlu diketahui!

[Laskarsyahadat] PESAN GUS DUR....
kalau ngaji Qur'an itu yg sungguh2. Sebab Qur'an itu kalau gak syafaat ya laknat. Pilihannya ya cuma dua itu.
Qur'an itu hurufnya ada 4: ق ر أ ن.

Pertama qaf
sifatnya qalqalah, artinya guncang.
Setiap orang yg menempuh jalan untuk menjadi ahlul Quran akan di uji Gusti Allah dg cobaan2 yg menggonjang ganjingkan hidupnya nduk.

Kedua ro'
sifatnya takrir, artinya mengulang2.
Meskipun cobaan yg mendera jalanmu kelak akan mengguncang hidupmu, sekali kali jangan kau pernah berhenti nduk ,karena Quran itu harus selalu dibaca berulang2 meskipun sudah khatam. DERES! Kalau tidak, SERED!

Ketiga hamzah,
sifatnya syiddah berarti kuat.
Maksudnya, kamu harus benar-benar kuat menjaga Quranmu dg membaca dan membacanya lagi dan lagi meskipun hidupmu digonjang ganjingkan masalah yg tak sudah sudah. Sapa ngrumat keramut, sapa ngremeh keremet nduk.

Dan yg terakhir nun,
sifatnya idzlaq, artinya ringan.
InsyaAllah nduk, kalau kamu kuat dan Sabar atas sgala coba yg mengguncang jiwa raga, sembari mengistiqomahkan ngajimu dg terus menerus nderes Quran mu, hidup matimu akan ringan nduk, seringan mulutmu saat mengucapkan nun..
Baca selengkapnya

Monday, 26 December 2016

Allahu Akbar! (Purn) Masrukhin Usia 60 tahun mampu menghafal Alquran 30 Juz

JADI HAFIZH QURAN TAK KENAL USIA

Alquran adalah mukjizat yang tidak akan terhenti oleh zaman.  Alquran merupakan  petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.  Alquran diturunkan menggunakan bahasa arab yang di udah kan bagi seluruh umat manusia untuk memahami,  mempelajari,  menghafal dan mengamalkan.

Usia seseorang tidak memengaruhi untuk bisa menghafal Alquran.  Setiap muslim tentu memiliki cita-cita untuk bisa menghafal Alquran,  karena telah menjadi bagian dari keluarga Allah didunia,  yang pasti dijamin kehidupan dan keselamatan di dunia maupun di akhirat.

Usia tidak membatasi kemampuan seseorang untuk bisa menghafal Alquran,  inilah yang dibuktikan oleh Seruan Mayor (purn)  Masrukhin dalam barisan berseragam batik biru, seorang yang sudah tidak muda lagi, duduk bersama jajaran santri lain, menunggu namanya dipanggil. Kalau tidak tahu, orang akan mengira beliau adalah walisantri. Betapa decak kagum hadirin bertepuk tangan haru, nama Sersan Mayor (Purn) Masrukhin, pria yang sehari-hari menjaga keamanan PP. Madrasatul Qur’an itu, dipanggil oleh protokol acara untuk maju ke atas panggung dengan wajah berbinar-binar.

Bukan untuk mengamankan acara, melainkan sebagai wisudawan dalam Wisuda Hafidh XXVIII dan Khotmil Quran Binnadlor XXVI PP. Madrasatul Qur’an Tebuireng, Sabtu (24/12/2016).
Usia tak menghalangi beliau untuk menghafal Al Qur’an. Hal itu yang dibuktikan oleh Sersan Mayor (Purn) Masrukhin. Di usianya yang sudah menembus enam dekade (60 tahun, red), pensiunan TNI ini berhasil menghafal Al Qur’an 30 juz bil ghoib. Pada, Pak Masrukhin menjadi wisudawan tertua dari total 86 wisudawan hafidh.
Baca selengkapnya

Tuesday, 13 December 2016

MasyaAllah! beginilah Alquran mengabarkan persidangan Perdana Ahok!

Surah Almaidah Ayat 61!

Bagaimana Alquran mengabarkan tentang sidang Ahok.  Sidang Ahok perdana  dilaksanakan hari selasa,  tanggal 13/12/2016.

Surah Almaidah ayat 51 mengingatkan ummat dengan tanda bahwa AllahTa’ala melalui Alquran dan segala permasalahan yang ada kepada ummat Islam supaya segera bersatu dalam arahan ulama,  dengan berpedoman Alquran.

Ahok alias Basuki alias penista agama, akhirnya menerima ganjaran dengan hukuman sosial dari seluruh ummat Islam di Indonesia.  Pernyataan Ahok telah menyulut aksi damai  menuntut penguasa untuk menegakkan keadilan.

Ahok nangis


Sebuah usaha untuk melihat isi kandungan Alquran berdasarkan jumlah tanggal,  bulan dan tahun dengan ayat dalam surat Almaidah sebagai hujjah dan bukan tafsiran.

Baca juga : si kafir Ahok bikin aksi Nangis!  Waktu rakyat nangis di Gusur,  dia malah mencaci! 

Untuk mendapatkan ayat,  menjumlahkan,  menjadi 13+12+20+16= 61, mari kita baca ayat ke-61 surah Almaidah

{وَإِذَا جَاءُوكُمْ قَالُوا آمَنَّا وَقَد دَّخَلُوا بِالْكُفْرِ وَهُمْ قَدْ خَرَجُوا بِهِ ۚ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا يَكْتُمُونَ} [المائدة : 61]
link: http://quran.ksu.edu.sa/index.php?aya=5_61

61 )   Dan apabila orang-orang (Yahudi atau munafik) datang kepadamu, mereka mengatakan: "Kami telah beriman", padahal mereka datang kepadamu dengan kekafirannya dan mereka pergi (daripada kamu) dengan kekafirannya (pula); dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.

Untuk mendapatkan keterangan lebih jelas,  baca arti ayat selanjutnya,62,63

62 )   Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu.
63 )   Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu.

wallahualam,  AllahTa’ala telah mengabarkan kepada hambaNya melalui tanda-tanda dan merujuk pada sumber utama yaitu Alquran.  Berkaitan dengan  ayat dan perhitungan tersebut berdasarkan pada inisiatif untuk menemukan jawaban,  bagaimana  Alquran bercerita dan mengabarkan pada hambaNya.  Semua berdasarkan kesempatan dan kesamaan dengan kejadian berkaitan dengan waktu persidangan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok si kafir!

Ahok akan memadamkan cahaya Allah dengan aktivitas sosial,  bantuan pembangunan masjid,  umrah dan aktivitas keagamaan lainnya..  Namun semuanya akan sia-sia karena AllahTa’ala yang akan memadamkan..  Ayat 64 surah Almaidah

64 )   Orang-orang Yahudi berkata: "Tangan Allah terbelenggu", sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat.Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.
Baca selengkapnya

Friday, 25 November 2016

Bagaimana Al quran menjawab Fatwa Ormas PBNU! Anda akan kaget melihatnya!

Fatwa PBNU terkait Jumatan dan aksi 212, bagaimana Alquran mengabarkan melalui tanda-tanda nya.

Al quran menjawab Fatwa Ormas PBNU
Image Alquran 


Alquran merupakan kitab yang sangat mulia,  AllahTa’ala telah menjaga kesucian dan kemudian dari orang-orang jahil dan fasik.  Kemuliaan Alquran menjadi pengetahuan bagi umat manusia,  pedoman serta petunjuk dalam menjalani kehidupan di dunia,  dengan tujuan untuk mendapat barokah dan Ridho Allah.

Tentang aksi yang akan di laksanakan pada Jumat Kubro,  atau maulid akbar pada tanggal 2 bulan 12 tahun 2016, telah menuai beragam tanggapan,  khususnya umat Islam.  Karena aksi yang di gerakan oleh GNPF-MUI sebagian ummat Islam ada yang mendukung dan menghalangi dengan berbagai macam cara.  Salah satunya oleh Ormas NU yang diketuai oleh KH.  SAID AQIL SIRAJD yang telah mengeluarkan fatwa terkait aksi dan hambatan untuk ummat Islam serta santri yang berada di bawah naungan Ormas NU.  Fatwa tidak sahnya sholat jumat di jalan menuai tanggapan dari beragam ulama,  khususnya MUI dan umumnya ulama yang mendukung aksi super damai 212.

Baca juga: jawaban ulama terkait jumatan di jalan! 

Bagaimana jika Alquran diturutsertakan dalam menjawab dari sekian permasalahan yang sedang terjadi.  Tanda yang Allah berikan banyak bagi orang-orang yang berfikir lagi berakal.  Dalam hal  ini adalah untuk menjawab fatwa yang dikeluarkan oleh Ormas NU dilihat dari tanggal,  bulan dan tahun dalam kalender Masehi.

Fatwa dikeluarkan dan disebarkan waktu acara muslimat pada tanggal 24/11/2016, jika dijumlahkan angkanya akan menjadi seperti ini

24+11+20+16=81

Baik mari kita lihat dalam Alquran,  yaitu surah yang sedang di permasalahkan yaitu surat Al Maidah dan AN nisa yang secara tegas melarang ummat Islam untuk memilih auliya  dari golongan Nasrani dan Yahudi serta orang-orang kafir lainnya.

1. Surah Almaidah ayat 81
 81 )   Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik

2. Surah AN nisa ayat 81
Surah An-Nisa ayat 81
( 80 ) Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.
( 81 ) Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan: "(Kewajiban kami hanyalah) taat". Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung.

Selanjutnya,  untuk menyatukan dan menjawab dari semuanya,  kita akan menjumlahkan angka 81 menjadi 8+1= 9, maka bacalah surah 9 (At Taubah)  ayat yang ke 9.

Angka 81, merupakan angka penjumlahan 24+11+20+16=81... Wahai saudaraku, lihatlah dalam Alquran, bagaimana jika angka 81 dijumlahkan  menjadi 8+1=9....
Baik kita buka surah ke - 9 ayat 9, yaitu surah At taubah
( 9 ) Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan itu.

Angka 9 menjadi jawaban dari waktu, ketika fatwa Ormas yang diketuai oleh KH. SAID AQIL SIRAJD... lahaula wala quwwata illa billahilazdim...

 Saya hina dan lemah, wallahualam, saya tidak menafsirkan hanya menyesuaikan ayat dengan segala tanda yang Allah berikan....

Baca selengkapnya

Saturday, 19 November 2016

Tafsir surat An-Nisa ; 115

Aksi damai 4 November


Tafsir surat An-Nisa ; 115
Firman Allah Swt.:
وَمَنْ يُشاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدى
Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya. (An-Nisa: 115)
Barang siapa yang menempuh jalan selain jalan syariat yang didatangkan oleh Rasul Saw., maka ia berada di suatu belahan, sedangkan syariat Rasul Saw. berada di belahan yang lain. Hal tersebut dilakukannya dengan sengaja sesudah tampak jelas baginya jalan kebenaran.

Firman Allah Swt.:
وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ
dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin. (An-Nisa: 115)

Makna firman ini saling berkaitan dengan apa yang digambarkan oleh firman pertama tadi. Tetapi adakalanya pelanggaran tersebut terhadap nas syariat, dan adakalanya bertentangan dengan apa yang telah disepakati oleh umat Muhammad dalam hal-hal yang telah dimaklumi kesepakatan mereka secara' nyata. Karena sesungguhnya dalam kesepakatan mereka telah dipelihara dari kekeliruan, sebagai karunia Allah demi menghormati mereka dan memuliakan Nabi mereka.

Hal ini disebut oleh hadis-hadis sahih yang cukup banyak jumlahnya, sebagian darinya yang telah diseleksi telah kami ketengahkan di dalam kitab Ahadisul Usul. Di antara ulama ada yang berpendapat bahwa makna hadis-hadis tersebut berpredikat mutawatir.

Ayat ini dijadikan dalil oleh Imam Syafii yang menunjukkan bahwa ijma' adalah hujah (sumber hukum) yang haram ditentang; hal ini dijadikan sebagai rujukannya setelah pemikiran yang cukup lama dan penyelidikan yang teliti. Dalil ini merupakan suatu kesimpulan yang terbaik lagi kuat. Sebelum itu kesimpulan ini sulit ditemukan oleh sebagian kalangan ulama, karenanya jangkauan pemikiran mereka tidak sampai kepada kesimpulan ini.

Untuk itulah Allah Swt. memberikan ancaman terhadap orang yang berbuat demikian melalui firman selanjutnya, yaitu:
{نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا}
Kami biarkan ia berkuasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. (An-Nisa: 115)

Dengan kata lain apabila ia menempuh jalan yang menyimpang itu, maka Kami memberikan balasan yang setimpal terhadapnya, misalnya Kami jadikan baik pada permulaannya, dan Kami menghiaskannya untuk dia sebagai istidraj (daya pikat ke arah kebinasaan).

 Ayat ini semakna dengan ayat lain yang disebutkan melalui firman-Nya:
فَذَرْنِي وَمَنْ يُكَذِّبُ بِهذَا الْحَدِيثِ سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ
Maka serahkanlah kepada-Ku (urusan) orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al-Qur'an). Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui.

 (Al-Qalam: 44)
فَلَمَّا زاغُوا أَزاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ
Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka.

 (As-Saff: 5)
Sama juga dengan firman-Nya:
وَنَذَرُهُمْ فِي طُغْيانِهِمْ يَعْمَهُونَ
dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat. (Al-An'am: 110)

Allah menjadikan tempat kembalinya adalah neraka kelak di hari kemudian. Karena orang yang keluar dari jalan hidayah, tiada jalan baginya kecuali jalan yang menuju ke neraka di hari kiamat kelak. 

Seperti yang diungkapkan oleh ayat lain, yaitu firman-Nya:
احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْواجَهُمْ
(Kepada malaikat diperintahkan), "Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka.” (As-Saffat: 22), hingga akhir ayat.
-----
Tafsir Ibnu Katsir
Baca selengkapnya

Friday, 18 November 2016

Hanya kepada Allah Memohon Rahmat

Memohon Rahmat kepa­da Allah

Manusia merupakan makhluk lemah.  Kelemahan manusia banyak yang tidak menyadari dan cenderung sombong.  Kemampuan yang dimiliki kepemilikan atas harta dan kekuasaan membuat manusia tidak mau meminta kepada Pencipta.

Memohon



Padahal perilaku sombong tidak menjamin manusia segala kebutuhannya terpenuhi.  Namun karena rahmat Allah manusia masih terjamin kehidupannya.

Allah berfirman
{رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً}
Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi­Mu. (Al-Kahfi: 10)
Yakni anugerahkanlah kepada kami dari sisi-Mu rahmat yang dengannya Engkau merahmati kami dan menyembunyikan kami dari kaum kami.

{وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا}
dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urus­an kami (ini). (Al-Kahfi: 10)

Maksudnya, berikanlah kami petunjuk ke jalan yang lurus dalam urusan kami ini. Dengan kata lain, dapat disebutkan bahwa jadikanlah bagi akibat urusan kami ini jalan yang lurus. Seperti pengertian yang terdapat di da­lam sebuah hadis, yaitu:
"وَمَا قَضَيْتَ لَنَا مِنْ قَضَاءٍ، فَاجْعَلْ عَاقِبَتَهُ رَشَدًا"
Dan segala apa yang Engkau putuskan bagi kami, kami memo­hon agar sudilah engkau menjadikan akibatnya bagi kami jalan yang lurus.

Di dalam kitab "Musnad disebutkan melalui hadis Busr ibnu Artah, dari Rasulullah Saw., bahwa beliau Saw. pernah mengatakan dalam doanya:
"اللَّهُمَّ، أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا، وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْآخِرَةِ"
Ya Allah, berikanlah akhir yang baik bagi semua urusan kami, dan lindungilah kami dari kehinaan di dunia dan azab akhirat.

Sumber: tafsir Ibnu kastir

Baca juga: taufik AllahTa’ala 

Semoga tidak menjadikan manusia menjauh dalam meminta rahmat dan hidayah AllahTa’ala..

Baca selengkapnya

Thursday, 10 November 2016

Hadist tentang Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi

Hadist tentang Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi

Salah satu amal ibadah khusus yang diistimewakan pelakasanaannya pada hari Jum’at adalah membaca surat Al-Kahfi. Berikut ini kami sebutkan beberapa dalil shahih yang menyebutkan perintah tersebut dan keutamaannya.
Aksi damai

1. Dari Abu Sa'id al-Khudri radliyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ
"Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul 'atiq." (Sunan Ad-Darimi, no. 3273. Juga diriwayatkan al-Nasai dan Al-Hakim serta dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 736)

2. Dalam riwayat lain masih dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu 'anhu,
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ أَضَآءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ
"Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum'at." (HR. Al-Hakim: 2/368 dan Al-Baihaqi: 3/249. Ibnul Hajar mengomentari hadits ini dalam Takhrij al-Adzkar, “Hadits hasan.” Beliau menyatakan bahwa hadits ini adalah hadits paling kuat tentang surat Al-Kahfi. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih al-Jami’, no. 6470)

3. Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ سَطَعَ لَهُ نُوْرٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءَ يُضِيْءُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَغُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ
“Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.”
Al-Mundziri berkata: hadits ini diriwayatkan oleh Abu Bakr bin Mardawaih dalam tafsirnya dengan isnad yang tidak apa-apa. (Dari kitab at-Targhib wa al- Tarhib: 1/298)”

Lantas apa yang membuat kita enggan membacanya ??? Tanyakan pada hati kita ada apa dengan hati ini, kenapa begini menyisihkan waktu 30menit saja untuk membacanya namun diri merasa berat ???
Baca selengkapnya

Friday, 28 October 2016

4 KEISTIMEWAAN ALQURAN



4 KEISTIMEWAAN ALQURAN 

Kitab suci Alquran memiliki keistimewaan-keistimewaan yang dapat dibedakan dari kitab-kitab suci yang diturunkan sebelumnya, di antaranya ialah: 
4 KEISTIMEWAAN ALQURAN  

1. Alquran memuat ringkasan dari ajaran-ajaran ketuhanan yang pernah dimuat kitab-kitab suci sebelumnya seperti Taurat, Zabur, Injil dan lain-lain. Juga ajaran-ajaran dari Tuhan yang berupa wasiat. Alquran juga mengokohkan perihal kebenaran yang pernah terkandung dalam kitab-kitab suci terdahulu yang berhubungan dengan peribadatan kepada Allah Yang Maha Esa, beriman kepada para rasul, membenarkan adanya balasan pada hari akhir, keharusan menegakkan hak dan keadilan, berakhlak luhur serta berbudi mulia dan lain-lain.
Allah Taala berfirman, “Kami menurunkan kitab Alquran kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya, untuk membenarkan dan menjaga kitab yang terdahulu sebelumnya. Maka dari itu, putuskanlah hukum di antara sesama mereka menurut apa yang diturunkan oleh Allah. Jangan engkau ikuti nafsu mereka yang membelokkan engkau dari kebenaran yang sudah datang padamu. Untuk masing-masing dari kamu semua Kami tetapkan aturan dan jalan.” (Q.S. Al-Maidah:48)
Jelas bahwa Allah swt. sudah menurunkan kitab suci Alquran kepada Nabi Muhammad saw. dengan disertai kebenaran mengenai apa saja yang terkandung di dalamnya, juga membenarkan isi kitab-kitab suci yang diturunkan oleh Allah Taala sebelum Alquran sendiri yakni kitab-kitab Allah yang diberikan kepada para nabi sebelum Rasulullah saw. Bahkan sebagai pemeriksa, peneliti, penyelidik dari semuanya. Oleh sebab itu Alquran dengan terus terang dan tanpa ragu-ragu menetapkan mana yang benar, tetapi juga menjelaskan mana yang merupakan pengubahan, pergantian, penyimpangan dan pertukaran dari yang murni dan asli.
Selanjutnya dalam ayat di atas disebutkan pula bahwa Allah Taala memerintahkan kepada nabi supaya dalam memutuskan segala persoalan yang timbul di antara seluruh umat manusia ini dengan menggunakan hukum dari Alquran, baik orang-orang yang beragama Islam atau pun golongan ahlul kitab (kaum Nasrani dan Yahudi) dan jangan sampai mengikuti hawa nafsu mereka sendiri saja.
Dijelaskan pula bahwa setiap umat oleh Allah swt. diberikan syariat dan jalan dalam hukum-hukum amaliah yang sesuai dengan persiapan serta kemampuan mereka.
Adapun yang berhubungan dengan persoalan akidah, ibadah, adab, sopan santun serta halal dan haram, juga yang ada hubungannya dengan sesuatu yang tidak akan berbeda karena perubahan masa dan tempat, maka semuanya dijadikan seragam dan hanya satu macam, sebagaimana yang tertera dalam agama-agama lain yang bersumber dari wahyu Allah swt.
Allah Taala berfirman, “Allah telah menetapkan agama untukmu semua yang telah diwasiatkan oleh-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepada Ibrahim, Musa dan Isa, (yang semua serupa saja) yakni hendaklah kamu semua menegakkan agama yang benar dan janganlah kamu sekalian berpecah-belah.” (Q.S. Asy-Syura:13)
Seterusnya lalu dibuang beberapa hukum yang berhubungan dengan amaliah yang dahulu dan diganti dengan syariat Islam yang merupakan syariat terakhir yang kekal serta sesuai untuk diterapkan dalam segala waktu dan tempat. Oleh sebab itu, maka akidah pun menjadi satu macam, sedangkan syariat berbeda disesuaikan dengan kondisi zaman masing-masing umat.

2. Ajaran-ajaran yang termuat dalam Alquran adalah kalam Allah yang terakhir untuk memberikan petunjuk dan bimbingan yang benar kepada umat manusia, inilah yang dikehendaki oleh Allah Taala supaya tetap sepanjang masa, kekal untuk selama-lamanya. Maka dari itu jagalah kitab Alquran agar tidak dikotori oleh tangan-tangan yang hendak mengotori kesuciannya, hendak mengubah kemurniannya, hendak mengganti isi yang sebenarnya atau pun hendak menyusupkan sesuatu dari luar atau mengurangi kelengkapannya.
Allah Taala berfirman, “Sesungguhnya Alquran adalah kitab yang mulia. Tidak akan dihinggapi oleh kebatilan (kepalsuan), baik dari hadapan atau pun dari belakangnya. Itulah wahyu yang turun dari Tuhan yang Maha Bijaksana lagi Terpuji.” (Q.S. Fushshilat:41-42) Allah Taala berfirman pula, “Sesungguhnya Kami (Allah) menurunkan peringatan (Alquran) dan sesungguhnya Kami pasti melindunginya (dari kepalsuan).” (Q.S. Al-Hijr:9)
Adapun tujuan menjaga dan melindungi Alquran dari kebatilan, kepalsuan dan pengubahan tidak lain hanya agar supaya hujah Allah akan tetap tegak di hadapan seluruh manusia, sehingga Allah Taala dapat mewarisi bumi ini dan siapa yang ada di atas permukaannya.

3. Kitab Suci Alquran yang dikehendaki oleh Allah Taala akan kekekalannya, tidak mungkin pada suatu hari nanti akan terjadi bahwa suatu ilmu pengetahuan akan mencapai titik hakikat yang bertentangan dengan hakikat yang tercantum di dalam ayat Alquran. Sebabnya tidak lain karena Alquran adalah firman Allah Taala, sedang keadaan yang terjadi di dalam alam semesta ini semuanya merupakan karya Allah Taala pula. Dapat dipastikan bahwa firman dan amal perbuatan Allah tidak mungkin bertentangan antara yang satu dengan yang lain. Bahkan yang dapat terjadi ialah bahwa yang satu akan membenarkan yang lain. Dari sudut inilah, maka kita menyaksikan sendiri betapa banyaknya kebenaran yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern ternyata sesuai dan cocok dengan apa yang terkandung dalam Alquran. Jadi apa yang ditemukan adalah memperkokoh dan merealisir kebenaran dari apa yang sudah difirmankan oleh Allah swt. sendiri.
Dalam hal ini baiklah kita ambil firman-Nya, “Akan Kami (Allah) perlihatkan kepada mereka kelak bukti-bukti kekuasaan Kami disegenap penjuru dunia ini dan bahkan pada diri mereka sendiri, sampai jelas kepada mereka bahwa Alquran adalah benar. Belum cukupkah bahwa Tuhanmu Maha Menyaksikan segala sesuatu?” (Q.S. Fushshilat:53)

4. Allah swt. berkehendak supaya kalimat-Nya disiarkan dan disampaikan kepada semua akal pikiran dan pendengaran, sehingga menjadi suatu kenyataan dan perbuatan. Kehendak semacam ini tidak
mungkin berhasil, kecuali jika kalimat-kalimat itu sendiri benar-benar mudah diingat, dihafal serta dipahami. Oleh karena itu Alquran sengaja diturunkan oleh Allah Taala dengan suatu gaya bahasa yang istimewa, mudah, tidak sukar bagi siapa pun untuk memahaminya dan tidak sukar pula mengamalkannya, asal disertai dengan keikhlasan hati dan kemauan yang kuat.
Allah Taala berfirman, “Sungguh Kami (Allah) telah membuat mudah pada Alquran untuk diingat dan dipahami. Tetapi adakah orang yang mengambil pelajaran?” (Q.S. Al-Qamar:17)
Di antara bukti kemudahan bahasa yang digunakan oleh Alquran ialah banyak sekali orang-orang yang hafal di luar kepala, baik dari kaum lelaki, wanita, anak-anak, orang-orang tua, orang kaya atau miskin dan lain-lain sebagainya. Mereka mengulang-ulangi bacaannya di rumah atau mesjid. Tidak henti-hentinya suara orang-orang yang mencintai Alquran berkumandang di seluruh penjuru bumi. Sudah barang tentu tidak ada satu kitab pun yang mendapatkan keistimewaan melebihi Alquran.
Bahkan dengan berbagai keistimewaan di atas, jelas Alquran tidak ada bandingannya dalam hal pengaruhnya terhadap hati atau kehebatan pimpinan dan cara memberikan petunjuknya, juga tidak dapat dicarikan persamaan dalam hal kandungan serta kemuliaan tujuannya. Oleh sebab itu dapat diyakini bahwa Alquran adalah mutlak sebaik-baik kitab yang ada
Baca selengkapnya
loading...