Friday, 17 March 2017

Setan itu " bernama Wirathu"

[Laskarsyahadat] Setan itu " bernama Wirathu
Oleh : Hilmi Firdausi

Qodarallah, saya bergabung dengan Grup WA yang banyak diisi oleh guru-guru saya, ulama besar negeri ini seperti KH Tengku Zulkarnain, KH.Luthfi Bashori, Ust.Dr.Hidayat Nur Wahid dll. Pada saat membicarakan ancaman Biksu Wirathu, KH.Tengku Zulkarnain Wasekjen MUI yang orang asli Aceh berkata :" Kalau Wirathu berani ke tanah Aceh saya akan hadapi duel satu lawan satu dgn "setan itu"!
Siapa sih Wirathu itu ???

Dialah Tokoh Budha Myanmar yang membunuh ratusan ribu muslim di Myanmar. Nama aslinya Ashin Wirathu berasal dari Mandalay kelahiran tahun 1968. Ia putus Sekolah pada usia 14 tahun dan memutuskan menjadi Biksu. Dalam setiap ceramahnya Wirathu seringkali mengutarakan kebenciannya terhadap kaum muslim, tidak hanya etnis Rohingya, tapi juga kepada Ummat Muslim seluruh dunia, bahkan menggelari muslim dengan sebutan anjing gila.


Seperti dikutip Aljazeera, Wirathu pernah membanggakan pembunuhan massal yang telah dilakukan para pengikutnya ;
"Kami telah membantai ratusan ribu muslim di Myanmar, ujar biksu yang hanya dihukum satu tahun ini.
"Para biksu sudah dibekali kemampuan militer. Kami tidak hanya akan mengusir umat muslim di Myanmar, tapi juga di Asia Tenggara ini. Agar kedamaian tercipta abadi," ketusnya

Ya...terakhir Wirathu mengancam akan menyerang Aceh gara-gara ada dua penganut Budha yang dihukum cambuk di Aceh, padahal hukuman itu dipilih oleh mereka sendiri karena tidak mau dipenjara gara-gara menyabung ayam.
"Tak ada yang dapat membendung kami ke Aceh," kata biksu pencetus gerakan anti-Islam "969" ini.

Ancaman itu langsung ditanggapi oleh muslim Aceh dan juga muslim Tanah Air dengan menyatakan kesiapannya menyambut Wirathu dan pengikutnya dengan seruan Jihad Fii Sabilillah.
Reaksi menggetarkan justru datang dari Pemerintah Malaysia melalu Mentri Pertahanan Hishamuddin Hussein, beliau mengatakan Malaysia akan dengan senang hati mengirimkan rudal-rudal mereka jika mendeteksi ada kapal atau pesawat Myanmar yang berisi biksu yang ingin menyerang Aceh.

”Hubungan Malaysia dan Indonesia seperti saudara kandung. Terlebih dengan Aceh. Kami tidak akan membiarkan seorang biksu pun yang dengan leluasa melewati laut Malaysia, tanpa berhadapan dengan rudal-rudal kami,” katanya. Malaysia yakin Biksu Wirathu akan berpikir hingga sejuta kali jika ingin membuat rusuh di Aceh.
”Sangat tidak masuk akal jika Biksu Wirathu berani ke Aceh. Saya yakin ia akan membuat lubang kuburnya sendiri jika berani ke sana,” imbuh dia, seperti dikutip The Star.

Menhan Malaysia yang masih kerabat dekat Perdana Menteri Najib Razak ini menambahkan bahwa sejarah peperangan Aceh saat melawan Belanda adalah salah satu perang paling lama di dunia.
”Keberanian rakyat Aceh sudah tercatat dalam sejarah dunia. Perlawanan mereka melepaskan diri dari penjajahan Belanda adalah salah satu perang terlama di dunia,” lanjutnya.

Luar biasa...terimakasih saudaraku, walau tanpa bantuan kalian, kami yakin muslim di Aceh dan seluruh muslim Nusantara akan mampu membasmi para penjahat kemanusiaan itu dari Bumi Serambi Mekah. Kalau perlu, kami pindahkan lokasi Aksi Bela Islam ke Aceh, Aksi Bela Islam sesungguhnya melawan musuh-musuh Allah laknatullah.

Ngomong-ngomong Pemerintah Indonesia kemana ya ? Perasaan saya Aceh masih termasuk wilayah NKRI ? Kok wilayahnya diancam, rakyatnya ingin diserang, Pemerintahnya adem ayem saja ?!

Ah sudahlah...Ummat Islam negeri ini memang harus terus bergerak sendiri, ber-amar ma'ruf nahi munkar sendiri, termasuk menegakkan kedaulauatan negara dari ancaman setan-setan berkepala botak. Maaf saya agak berkata-kata kasar, karena saya tidak punya padanan kata yang pas untuk menggambarkan kejahatan dan kebengisan Biksu Wirathu dan pengikutnya.

Bagi muslim yang tidak geram jika agamanya dihina, dinistakan dan saudara-saudara muslimnya didzholimi, maka periksa kembali identitas anda, jangan-jangan memang benar anda Islam KTP !

Bagikan

Jangan lewatkan

Setan itu " bernama Wirathu"
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

loading...