Thursday, 8 December 2016

Presiden larang TNI dan polri mensweping PKI, mengapa?

Jokowi Telpon Kapolri dan TNI, jangan sweping PKI,  ini negeri Demokrasi!

Demokrasi merupakan kebebasan berpendapat,  berkumpul,  dan melakukan segala hal berdasarkan undang-undang dasar.  Setiap perkumpulan,  setiap organisasi dan setiap tindakan dari kebebasan akan menjadi sebuah gerakan melawan undang-undang jika melanggar dan tidak sesuai.  Itu sebuah negara demokrasi!



Dalam sebuah jumpa pers,  Pramono Anung sebagai Sekertaris kabinet menyatakan dan membenarkan presiden Jokowi sudah menegaskan bahwa aksi overacting polisi berlebihan dalam menangani isu komunisme.  Penegasan itu berdasarkan bahwa negara indonesia adalah negara demokrasi,  sehingga warga negara berhak untuk bertindak dan berbuat.

Bagaimana dengan komunisme?  Mengapa aparat bersenjata mengerahkan kekuatannya melakukan aksi sweping terhadap gerakan  komunis?  Namun,  presiden melarang!  Ada apa,  apakah presiden Joko Widodo melindungi dan akan menghidupkan komunis di Indonesia?  Hanya presiden yang tahu maksud tujuannya!

Mengapa komunis sekarang menjadi isu nasional?  Gerakan komunis merupakan gerakan makar yang terjadi pada 1956, yang pada saat itu telah terjadi peningkatan pembunuhan secara sadis yang dilakukan oleh gerwani sebagai basis PKI.  Gerakan PKI akhirnya dibumi hannguskan oleh Jenderal Soeharto dalam operasi ABRI,
 sejarah tentang gerakan komunis dikenal dengan sejarah paling kejam yang dilakukan oleh pengkhianat bangsa seperti DN. AIDIT dan Untung,  sebagai tokoh gerakan PKI oleh jenderal Soeharto berhasil ditumpas.

Sayangnya pada era Jokowi,  gerakan komunis gencar menyuarakan kebebasan dan kehendak untuk kembali melahirkan paham komunis di tubuh NKRI,  dan sempat hampir terjadi permintaan maaf dari pemerintah Indonesia dalam hal ini presiden Joko Widodo,  namun hal tersebut tidak dilakukan,  karena desakan dan gerakan rakyat akan meruntuhkan kekuasaan Jokowi jika meminta maaf kepada komunis.

Jika komunisme disahkan sebagai paham di Indonesia,  maka hal tersebut telah meruntuhkan kehormatan pancasila,  yaitu sila ke satu!

Berikut pernyataan Pramono Anung,  atas aksi kepolisian dan TNI terkait sweping
yang dianggap nya overacting


Baca juga: Bendera Panji Hitam sudah mulai berkibar dari timur!  Apakah muslim Indonesia sebagai pasukan panji hitam? 

Bagikan

Jangan lewatkan

Presiden larang TNI dan polri mensweping PKI, mengapa?
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

loading...