Sunday, 26 March 2017

[foto] Jokowi diskoan Bareng Bos Fb, benarkah?

[Laskarsyahadat] Foto mirip Jokowi diskoan Bareng Bos Fb.

Tersebar di media sosial,  foto yang mirip dengan Jokowi sedang joget bareng bos Fb. Foto tersebut belum diketahui lokasi dan waktunya,  keterangan dari netizen menyebutkan mirip bos kambing joget bareng bos Fb.

Berikut foto tersebut

Tepat disamping sebelah kanan Bos Fb, sosok yang mirip dengan Jokowi.

Berikut komentar dari netizen

Liy :waaaahhhh.. Itu. Yang mainan kodok kemarin (mungkin temannya liy)
M. Idrus : siapa kang?  (bingung)
Nike : kayak si nganu( tidak sebut orang)
Hecrizal :  tu kan si wiiii... (wiiii serem)
Rhodrem : mirip kodok?.. (masih tanya)

Harus ada klarifikasi dari sosok yang mirip dengan J*k*w*,  karena jika benar itu adalah presiden,  maka menjadi preseden buruk bagi rakyat Indonesia,  jika Presidennya sosok yang sukanya dengan diskoan..
Baca selengkapnya

Surat Terbuka Marwan Batubara untuk si Bangsat Jokowi!

[Laskarsyahadat] SURAT TERBUKA UNTUK SI BANGSAT JOKOWI :

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara merasa resah yang membucah melihat pertikaian sosial akibat kesalahan memilih penguasa. Bahkan dia melihat adanya kesengajaan dan unsur rekayasa yang menghancurkan tatanan sosial dari bangsa yang agamis menjadi komunis.

Untuk itu dia menulis surat terbuka yang ditujukan kepada penguasa yang menduduki jabatan tertinggi di negara Indonesia.


Berikut isinya:
“Engkau yang rambut lurus belah tepi, topeng mu telah terbuka kini. Melukai kami di negeri yang kami warisi dari kakek nenek kami yang memerdekakan republik ini. Air mata ini kau buat berderai, rakyat kau buat bertikai, Islam kau cederai.
Mulanya kau terlihat soleh pergi umrah dan jadi imam jemaah. Blusukan bagai peduli rakyat yang susah. Kini kau tunjukkan kau lah sumber masalah.
Kau bela si penista agama.

Memenjarakannya kau tak berdaya. Ketika 2,3 juta umat Islam mengetuk istana, kau menghilang entah kemana.
Keadilan tak kunjung tiba, lalu ketika 7,5 juta umat berdoa dari monas melebar ke bundaran hotel Indonesia, kau tiba tiba datang tanpa diminta. Berbicara lima menit tanpa solusi apa apa, sungguh sesak melihatnya.

Lalu komunis Cina kau bangkit kan kembali meraja lela, bangsa yang besar ini kau jual ke Iran dan Cina. TNI Polri merazia Palu arit kau larang pula. TNI POLRI yang kami cintai kau adu domba dan kau patri Palu Arit di mata uang Indonesia.

Saat dunia berjuang membela Allepo Syria Kau malah abstain tak ikut serta. Kau bersekutu dengan Syiah Iran pembantai Syria. Kini cukup sudah negeri ini kau buat terjajah. Rasa mencekam nyata sudah, namun kau perlu tahu, kau bukan siapa siapa.
Ratusan juta umat telah mengetuk pintu langit

Sang Pemilik Alam Semesta yang Maha Melihat dan Maha Menyaksikan ketidakadilan ini.
Berbuat lah sesuka mu. Sesungguhnya segala sesuatu itu ada batasnya. Aku akan hadir dalam pertarungan itu Membela dua ratus juta rakyat yang kau buat pilu.”
Baca selengkapnya

Tuduhan tak mendasar! Inul 'BOR' Nyatakan Perang melawan Umat Islam Pembela Ulama!

[Laskarsyahadat] Betapa mengerikannya jika ada seorang muslim menghina ulamanya sendiri. Itulah yang dilakukan oleh komplotan para kaum Munafikun. Belum jelas bukti dan tidak ada fakta,  artis semisal Inul Daratista menuduh Ulama melakukan zinah.

Melalui akun resminya,  Inul mengupload foto bersama penista agama,  China kafir Ahok. Masyarakat tidak peduli dengan foto yang di upload namun,  ketika membaca status sebagai reaksi atas tanggapan netizen,  Inul dengan terang - terangan menuduh ulama besar umat Islam Indonesia dengan kasus video hoax dan fitnah lewat WA.


Siapa yg menghina Ulama akan hilang akheratnya. Dan menghina Ulama termasuk DOSA BESAR.
Menghina Ulama artinya dia mengumumkan PERANG kepada ALLAH.

Dari Abu Hurairah : " Sesungguhnya ALLAH Ta'ala berfirman. " Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka Aku menyatakan perang terhadapnya (H.R. Al Bukhari)
Orang yg merasa lezat dgn menggibah para Ulama maka ia akan diberi akhir hidupnya dengan Su-ul Khatimah
Baca selengkapnya

Gandeng! Istana Geger, Kambing Jokowi Hilang tapi Sepi Petani Kendeng Meninggal! Itu Istana apa Kandang Kambing?

[Laskarsyahadat] PETANI KENDENG vs PETERNAK GENDENG.

Istana geger 2 ekor kambing kesayangan Jokowi hilang. Para pengawal Istana heboh. setelah sibuk mencari, ahirnya kambingpun ditemukan.
Walaupun kambing ditemukan Ada hal yang terasa hilang sejak Jokowi bertahta di Istana yaitu KEADILAN DAN KEWARASAN.


Para petani Kendeng datang dari jauh ke Istana, ingin mengadu berharap agar pabrik semen yang merusak sumber mata pencaharian mereka dihentikan.
Aksi mengecor kakipun dilakukan depan Istana, tapi Jokowi enggan menemui mereka. mungkin karena presiden yang super sibuk.
di VLOG Jokowi sibuk menghitung kambing2nya mengucapkan selamat kelahiran pada kambing2 kesayangannya itu.
Urusan negarapun semakin kacau tak terurus kenaikan harga listrik daging cabe tdk mampu dikendalikan, pencabutan subsidi, kenaikan pajak, mobil canggih mogok, kasus penistaan agama semakin marak lucunya yg disalahkan agama.

" Padahal bukan agama yang merusak rasa kebangsaan tapi penguasalah yang melangengkan ketidak adilan penyebabnya"
1 petani Kendeng yang ikut aksipun roboh dan ahirnya meninggal, ibu Patmi namanya umur 48 tahun, setelah heboh baru kemudian mereka di undang ke Istana, akan tetapi jawaban Jokowi semakin menambah perih luka hati mereka "kalau semua urusan sama saya lalu apa gunanya Gubernur?" kata Jokowi.
Disudut dinding istana keluarga ibu Patmi hanya bisa nenangis menahan perih luka hatinya. kemudian pulang dg tangan hampa.

Kalau kambing bisa ngomong, mungkin akan berkata pada petani Kendeng
"kasian kalian para petani sdh lahannya dirusak nyawa melayang tapi masih tetap diabaikan,
enakan jadi kambing diajak selvy dan ngevlog sama Presiden Indonesia yang terkenal merakyat dan pro wong cilik slogannya".

Oleh: Negara Bakti
Baca selengkapnya

Saturday, 25 March 2017

Karena BERCADAR, Guru MTsN di BULUKUMBA dipecat! Ini Indonesia atau Israel?

[Laskarsyahadat] aneh,  guru bercadar  di MTS Mau dipecat!  Negara Indonesia atau Israel?

Kejadian memilukan dan memalukan terjadi disekolah yang berbasis Islam. Karena BERCADAR guru MTS akan di Pecat tinggal nunggu SK. HAL ITU diberitakan  dari media setempat terkait pemecatan yang dilakukan atas dasar tidak menaati perintah kepala sekolah yang meminta bu Mardiah untuk melepas cadarnya.

Tepatnya di MTsN Bulukumba. Guru bernama Mardiah Hayati tinggal menunggu SK pemecatan dari Kemenag Setempat!

Adakah larangan bercadar di indonesia?  Kepala sekolah telah melanggar HAM dan kebebasan dalam  menjalankan agama.
Kepala sekolah harus dituntut karena telah membuat konflik horizontal.
Kepala sekolah harus dituntut karena telah melanggar hak seseorang.

Baca selengkapnya

Canangkan Politik bebas dari Agama: Jokowi itu kasihan PKI, Syiah, Liberal, dan Sekuler tak Bisa berkembang!

[Laskarsyahadat] analisis Jonru! RENCANA  Jokowi canangkan Agama di Pisah dengan Politik!

Sebenernya apa Untungnya Jika Politik Dipisah dari Agama

Berikut ulasan dari @Jonru Ginting berkaitan dengan wacana pemisahan agama dengan politik oleh Joko Widodo!

Beberapa hari lalu Presiden Jokowi membuat pernyataan bahwa politik harus benar-benar dipisah dari agama. Dan dalam waktu singkat, pernyataan itu mendapat banyak sekali protes keras dari umat Islam.

Mereka bilang, "Terbuka nih sekarang kedoknya. Dulu Jokowi yang mencitrakan diri sebagai seorang Muslim taat, sekarang terbukti sekuler dan liberal."

Ada juga yang bilang, "Islam tak bisa dipisahkan dari bidang kehidupan manapun, termasuk politik. Sebab Islam adalah agama yang kaffah, menyeluruh, mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk politik."

Dan masih banyak komentar pedas lainnya dari umat Islam, yang intinya adalah sangat menyayangkan pernyataan Jokowi tersebut.

Saya hanya bisa tersenyum geli, plus geleng-geleng kepala, merasa sangat lucu.

Kalian ini, emang sejak dulu hobi banget berburuk sangka terhadap Bapak Presiden Jokowi. Kalian hobi banget menjelek-jelekkan bahkan memfitnah beliau. Emang dasar kalian rombongan gagal move on, masih sakit hati karena jagoannya kalah.

Cobalah berpikir positif. Sebab pernyataan Presiden Jokowi tersebut justru sangat baik, sangat positif, sangat bermanfaat.


Kok bisa?

Begini ya, saya jelaskan.

Jika agama dipisah dari politik, maka para politikus kita akan bebas berpolitik tanpa harus mengikuti aturan agama. Pokoknya semau-mau mereka aja.

Tapi karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, jadi bolehlah para politikus tersebut jualan agama saat kampanye.

Mereka boleh rajin ke pesantren, mendekat ke ulama, pakai baju koko, pakai peci, umroh kilat dua hari, difoto saat shalat lalu disebarluaskan ke medsos.

Bahkan para istri mereka yang aslinya tidak berjilbab pun disuruh menutup aurat rapat selama masa kampanye.

Bahkan orang kafir boleh masuk masjid atau pesantren untuk berceramah bahkan berkampanye, sebebas mungkin, semau-mau mereka.

Semua itu tentu saja bertujuan untuk menarik simpati umat Islam, agar umat Islam memilih mereka. Intinya dalam rangka jualan agama demi mendulang suara.

Sementara para tokoh Islam yang iman dan aqidahnya lurus, mereka tak boleh berpolitik. Sebab jika berpolitik, mereka pasti bawa-bawa dalil agama. Pasti pakai ayat suci. Padahal itu kan tidak boleh. Sebab agama harus benar-benar dipisah dari politik.

Bahkan jika umat Islam bicara politik di masjid atau pesantren, harus dilarang karena tak boleh bawa-bawa politik ke masjid dan pesantren.

Maka dengan demikian, pemerintahan kita akan dikuasai oleh orang-orang yang jauh dari agama, orang-orang yang tidak berpihak pada umat Islam, orang-orang yang lebih berpihak pada musuh-musuh Islam.

Dan tentu saja, kebijakan-kebijakan mereka pun pasti tidak akan berpihak pada umat Islam, bahkan mungkin akan sangat merugikan umat Islam.

Ketika ada umat Islam yang hendak terjun ke politik, itu harus dilarang. Sebab agama dan politik harus benar-benar dipisahkan. Sebab politik itu kotor, tidak cocok untuk kaum agamis.

Namun saat ada pejabat yang korupsi dan kebetulan agamanya Islam, maka rakyat boleh bebas mencela agamanya.

"Mana nih peran agama? Kok tidak bisa mencegah korupsi? Emangnya agama mengajarkan korupsi, ya?"

Silahkan salahkan agamanya sesuka kita, walau selama ini agama (khususnya Islam) sama sekali tidak diperbolehkan untuk masuk ke dunia politik.

Jadi demikianlah, Saudara-saudara Sekalian. Demikianlah untungnya jika agama benar-benar dipisah dari dunia politik. SANGAT MENGUNTUNGKAN.

Sangat menguntungkan bagi orang kafir, syiah, liberal, komunis, PKI, juga bagi kaum munafik.

Adapun bagi umat Islam, mereka hanya jadi penonton, bahkan jadi KORBAN, dan rutin jadi BAHAN JUALAN saat kampanye. Titik. Hanya sebatas itu saja perannya. Tak lebih dan tak kurang.

Jadi dari penjelasan di atas, sudah sangat jelas bahwa memisahkan agama dari politik itu sangat menguntungkan.

Jadi kenapa kalian masih berburuk sangka terhadap Presiden Jokowi? Kenapa kalian masih suka menghina, menjelek-jelekkan dan memfitnah Jokowi?

Jika umat Islam masih hobi seperti itu, kapan orang kafir, syiah, liberal, komunis, PKI, dan kaum munafik bisa maju? Kasihan dong pada mereka.

NB: Peran umat Islam dalam Kemerdekaan Indonesia tahun 1945 SANGATLAH BESAR. Ini just info saja. Siapa tahu Anda belum tahu.

Jakarta, 26 Maret 2017
JONRU
Baca selengkapnya

[foto] Astagfirullah! Inilah kelakuan aneh Ustadz Maulana ketika Berceramah!

[Laskarsyahadat] kelakuan Ustad Maulana Berlebihan!

Tersebar viral di media atas tingkah laku aneh pencerahan ustad 'Maulana'  yang terkenal seruan 'jamaah oh jamaah,  alhamdulillah'.  Foto yang belum mendapat kepastian dan klarifikasi resmi dari ustad Maulana membuat geram netizen.

Berikut foto ustad Maulana yang berceramah dengan cara bersila di atas mimbar!

Apakah foto itu benar atau editan,  menurut penulis foto itu memang benar dengan melihat posisi kabel Microfon,  dan bayangan tempat duduk. Kemudian mimbar tidak ada posisi bekas crop.

Tempat ceramah belum diketahui dan itulah tingkah aneh ustad kondang,  yang sempat memanas dengan umat islam terkait penyataannya yang menyatakan boleh memilih pemimpin non-muslim.

Apakah ada yang pernah demikian di kalangan umat islam dalam menyampaikan Dakwah nya? 

Mungkin itulah pertanyaan yang sebaiknya menjadi landasan bagi pendakwah dalam mmensyiarkan ilmu agama,  sehingga adab dan majlis ilmu terpenuhi dan keberkahan meliputi.

Bagaimana dengan ini


Menurut Pembaca bagaimana?  Layak kah,  seorang ustad berceramah seperti itu?
Baca selengkapnya
loading...